Opini

Jalan Pintas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Salah satu yang khas dari implementasi Kurikulum Merdeka adalah hadirnya projek penguatan profil pelajar Pancasila..

TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur - Jalan Pintas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila 

Oleh: Saharuddin Ronrong
(Pelatih Ahli/Fasilitator Sekolah Penggerak Kemdikbudristek RI, Kepala Departemen Kurikulum Sekolah Islam Athirah, Kord. Divisi Pengembangan Karya FLP Cabang Gowa)

TRIBUN-TIMUR.COM - Lebih dari setahun implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia, sejumlah catatan telah ditorehkan, mulai dari kisah sukses maupun sejumlah kondisi tak sesuai harapan.

Salah satu yang khas dari implementasi Kurikulum Merdeka adalah hadirnya projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Projek ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan di kalangan pendidik dan peserta didik di Indonesia, dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah.

Projek ini memiliki kedudukan yang sangat penting dalam struktur kurikulum satuan pendidikan karena memiliki porsi 20 persen hingga 30 persen dari total JP (Jam Pelajaran) dalam satu tahun pelajaran.

Jam projek tersebut nantinya akan dikelola saat melaksanakan projek dengan mengangkat dua hingga lima tema projek. Kementrian sendiri telah merilis sejumlah tema projek.

Projek ini dijalankan terpisah dari kegiatan intrakurikuler dan tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi mata pelajaran, oleh karena itu projek ini berbeda dengan pembelajaran berbasis projek (project based learning) (kecuali untuk jenjang PAUD di mana projeknya terintegrasi dengan pembelajaran harian).

Penentuan Tema

Keenam dimensi dalam profil pelajar Pancasila yakni: Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; Berkebinekaan global; Bergotong-royong; Mandiri; Bernalar Kritis; dan Kreatif merupakan gagasan yang sangat umum lalu diturunkan menjadi elemen dan subelemen yang lebih oprerasional dan bisa diukur pada masing-masing jenjang mulai dari PAUD hingga jenjang pendidikan menengah.

Sebagai contoh dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia kemudian diturunkan menjadi sejumlah elemen yakni akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam dan akhlak bernegara.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved