Suku Amazon
Cara Wanita Amazon Bisa Hamil dan Punya Anak Meski Hidup Tanpa Pria, Kisahnya Tak Bisa Ditiru
Cara penghuni hutan Amazo bisa hamil dan punya anak meski mereka hidup tanpa laki-laki.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kisah wanita Amazon tetap bisa hamil dan punya anak meski hidup tanpa laki-laki di hutan belantara.
Hutan Amazon hanya diisi oleh anggota perempuan.
Meski hanya dihuni perempuan, mereka juga tetap bisa hamil dan punya keturunan.
Padahal tak satupun penghuni Hutan Amazon berjenis kelamin laki-laki.
Hutan Amazon pada dasarnya adalah hutan tropis terbesar di dunia yang membentang ke beberapa negara.
Penghuni hutan Amazon dikenal sebagai perempuan kuat. Apalagi mereka hidup di antara binatang buas dan liar.
Sehingga perempuan penghuni hutan Amazon dikenal kuat dan pandai bertarung layaknya seorang prajurit.
Para perempuan di hutan Amazon juga melarang laki-laki masuk.
Ternyata ada trik khusus yang dilakukan wanita Amazon jika ingin punya keturunan.
Setelah memasuki usia menikah, para wanita Amazon mengintai proa dari suku lainnya.
Mereka akan mencari pria perkasa dan ketika saatnya tiba, lalu mereka menyerang kaum tersebut dan menculik pria yang sudah mereka incar.
Pria itu kemudian diculik dan dijadikan suami 'satu malam' hanya untuk membuat wanita-wanita suku tersebut hamil.
Ketika positif hamil, pria-pria yang diculik dikembalikan kepada suku mereka.
Namun, jika yang lahir adalah bayi laki-laki mereka akan membuangnya ke hutan.
Sebaliknya jika yang lahir adalah wanita, ia akan dirawat dan dibesarkan serta dijadikan prajurit wanita yang tangguh.
Menurut cerita suku ini mampu membuat bangsa Yunani kewalahan ketika menghadapi suku wanita Amazon ini.
Kebiasaan gila wanita Amazon ini adalah memotong sebelah payudarannya, dengan tujuan lebih mudah saat memanah, dengan permukaan dada yang rata akan membuatnya fokus memanah.
Para Ibu dari suku wanita Amazon ini mendidik anaknya dengan sangat keras supaya menjadi ksatria yang hebat hingga dilatih menggunakan senjata.
Namun, kenyataan tentang kisah para wanita Amazon ini banyak yang yang meyangkalnya dan diangap hanya legende.
Pasalnya hampir tidak ditemukan bukti nyata berupa peninggalan maupun eksistensi mereka.
Menurut sebagian sejarawan, suku wanita Amazon ini sengaja diciptakan sebagai dongeng atau legenda, terlepas dari benar tidaknya keberadaan mereka.
Namun tak sedikit pula ada yang percaya bahwa mereka benar-benar ada, karena catatan tentang mitologi ini memang ada.
Siapa yang tak mengenal kawasan hutan dan sungai Amazon?
Sejak dahulu kala, hutan Amazon terkenal sebagai rumah bagi lebih dari 2,5 juta spesies serangga dan 40 jenis tanaman dan pohon.
Melansir theclever.com via Tribun Travel, hutan Amazon juga turut dihuni oleh manusia.
Tetapi, ada beberapa area di Amazon yang belum pernah juga terjamah oleh manusia.
Kawasan Amazon memang dikenal dengan misterinya yang serba membingungkan.
Misalnya pada 2009 silam, sebuah media memberitakan adanya suku yang memakan manusia.
Korbannya ialah Ocelio Alves de Carvalho, seorang remaja berusia 19 tahun.
Ia diduga dimangsa oleh suku Kulina di Amazon.
Namun karena hukum Brasil tidak mengizinkan polisi memasuki kawasan mereka, akhirnya mereka tak ditangkap.
Atau ada yang disebut Jungle Balls, yang adalah batu raksasa aneh diduga berasal dari masa prasejarah.
Para arkeolog tak mengetahui dari mana asal batu misterius ini.
Bahkan sebagian di antaranya memiliki diameter sampai 8 kaki atau 2,4 meter.
Ular raksasa hingga cerita piranha dan sungai mendidih, menjadi hal-hal menarik tentang hutan Amazon.
Berbagai kemisteriusan tersebut masih terus terjadi bahkan hingga saat ini.
Pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya bila tersesat di hutan Amazon selama 9 hari lamanya, tanpa membawa perbekalan apapun?
Nah, ada seorang pria bernama Maykool Coroseo Acuña (25), menjadi saksi hidup di hutan Amazon tanpa perbekalan.
Kisahnya menjadi viral dan diulas secara eksklusif oleh banyak media ternama dunia.
Turis asal Cile ini tersesat dan harus bertahan hidup di ganasnya hutan Amazon selama 9 hari.
Satu di antara media yang mengulas kisahnya adalah The National Geographic.
Cerita Awal
Acuna awalnya berkemah di Taman Nasional Madidi, Bolivia, bersama sebuah perusahaan tur wisata, pada Februari 2017 lalu.
Acuna kemudian menjelajah sendirian, lalu tersesat di hutan Amazon.
Daerah hutan Amazon itu sangat terpencil, dan tak mempunyai jalur darat.
Untuk menuju ke sana, hanya bisa menggunakan perahu.
Acara Ritual
Satu malam, kelompok tur wisata itu menyelenggarakan semacam acara ritual.
Ritual ini bernama Pachamama, sebuah acara yang diadakan untuk 'minta izin' ke para penunggu alam rimba, karena telah mengizinkan mereka beraktivitas di sana.
Acuna menolak datang.
Selepas acara, seorang pengurus tur wisata, mendatangi tenda Acuna.
Acuna ternyata telah hilang entah ke mana.
Pencarian Dilakukan Tim Penyelamat Secara Terus-menerus
Polisi hutan dan tim pencari kesulitan mencari Acuna.
Akhirnya, pada hari ke-6, tim pencari menemukan kaus kaki berlumpur di hutan.
Kaus kaki itu dibawa ke dukun setempat.
Percaya atau tidak, dukun menyatakan Acuna terjebak di dimensi atau alam lain.
Ada spekulasi tim pencari yang percaya betul bahwa Acuna hanya tersesat dan menyimpulkan ia telah meninggal dunia.
Acuna Ditemukan Hari ke-9, Tim Penolong Kaget Melihat Kondisi Tangannya
Di hari ke sembilan, polisi mendegar teriakan Acuna yang berada di tepi sungai.
Menariknya, setelah dicari kemana-mana, posisi Acuna ditemukan ternyata tak sampai 1,5 kilometer dari perkemahan.
Acuna mengaku musuh utamanya di rimba adalah gigitan hewan serangga.
Saat dia menunjukkan tangannya, para penolong terkejut.
Tangan Acuna terlihat penuh dengan luka gigitan binatang.
Dia mengaku bisa bertahan hidup dengan mengikuti kawanan monyet.
Mengikuti monyet, Acuna mengaku bisa menemukan tempat berteduh dan air.
Monyet-monyet itu, anehnya, juga kerap memberi Acuna buah untuk dimakan.
Meski nyawanya nyaris hilang di pedalaman Amazon, Acuna tetap saja tak mempercayai klenik.
"Aku tak percaya dengan cerita mistis di sini. Yang menyelamatkan saya adalah Tuhan," kata dia, seperti dikutip dari Dailymail.co.uk.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kisah Suku Wanita Amazon yang Hidup Tanpa Pria, Cara Mereka Bisa Hamil & Punya Anak Terugkap
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ilustrasi-suku-amazon-4.jpg)