BI Sulsel Ganti Uang Panai yang Terbakar di Gowa

Sebanyak Rp 27,35 juta yang dibawa oleh warga korban kebakaran ke loket layanan penukaran uang dan BI Sulsel memberikan penggantian Rp 25,6 juta.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
BI Sulsel
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) membantu warga Gowa yang mengalami musibah kebakaran, Sabtu (10/9/2022). Bantuan tersebut berupa penukaran uang rupiah yang rusak tanpa dipungut biaya apapun. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan atau BI Sulsel membantu warga di Kabupaten Gowa yang mengalami musibah kebakaran, Sabtu (10/9/2022) lalu.

Bantuan tersebut yakni lewat layanan penukaran uang rupiah yang rusak, tanpa dipungut biaya apapun.

Sebagaimana diketahui, rumah Nur Amri, warga Desa Alluka, Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa mengalami musibah kebakaran.

Kebakaran tersebut membuat lembaran uang kertas rupiah yang ada di rumah untuk mahar pernikahan (uang panai) terbakar.

Kepala Perwakilan BI Sulsel Causa Iman Karana menjelaskan beberapa syarat penukaran dan penggantian uang rupiah rusak di BI.

Pertama, secara fisik, uang rupiah yang rusak harus memiliki ukuran melebihi dua per tiga fisik uang rupiah yang utuh dan ciri uang masih dapat dikenali keasliannya. 

Kedua, uang dupiah yang rusak masih merupakan satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap.

“Atau uang rupiah yang rusak tidak merupakan satu kesatuan, namun kedua nomor seri pada uang tersebut lengkap dan sama,” jelas Causa Iman, via rilis, Senin (19/9/2022).

Sebanyak Rp 27,35 juta yang dibawa oleh warga tersebut ke loket layanan penukaran uang, BI Sulsel memberikan penggantian Rp 25,6 juta.

Hal itu mengacu pada ketentuan yang berlaku di BI dan berdasarkan hasil penelaahan terhadap fisik uang rupiah yang rusak.

Sisanya, terdapat 15 lembar potongan uang kertas pecahan Rp 100.000 dan lima lembar potongan uang kertas pecahan Rp 50.000 atau senilai Rp 1,75 juta yang tidak dapat diberikan penggantian karena tidak memenuhi syarat penggantian.

Causa Iman mengimbau kepada masyarakat yang memiliki uang rupiah yang rusak, baik karena terbakar atau sobek sebagian atau karena penyebab lainnya.

“Masyarakat bisa datang langsung ke loket layanan penukaran uang di kantor Bank Indonesia terdekat untuk dilakukan observasi dan penelaahan lebih lanjut,” katanya.

“Dalam hal uang Rupiah yang rusak tersebut memenuhi syarat dan ketentuan penukaran uang yang berlaku, Bank Indonesia akan memberikan penggantian tanpa dipungut biaya apapun,” tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved