PSM Makassar

Kabar Terbaru Soal Pluim Disanksi, Komdis PSSI Hormati Upaya Banding PSM

"Kalau tidak terima (keputusan Komdis PSSI), ada mekanismenya banding. Banding bukan ranah saya lagi (sudah Komisi Banding)," ungkapnya

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
twitter
Kapten PSM Makassar Wiljan Pluim. Ia mendapat sanksi larangan bermain sebanyak lima kali karena melakukan pelanggaran saat PSM Makassar bertemu Persik Kediri di pekan kedelapan Liga 1 2022/2023 pekan lalu 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing menghormati keputusan PSM Makassar untuk banding terkait sanksi dijatuhkan kepada Willem Jan Pluim.

"Kalau tidak terima (keputusan Komdis PSSI), ada mekanismenya banding. Banding bukan ranah saya lagi (sudah Komisi Banding)," ungkapnya melalui telepon, Minggu (18/9/2022).

Komdis PSSI menjatuhkan sanksi larangan bermain lima laga kepada Willem Jan Pluim imbas dari pertandingan lawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur pada Jumat (2/9/2022) malam Wita.

Kala itu, Pluim mendapat satu kartu kuning dan tak berselang lama diberi kartu merah oleh wasit, Zetman Pasaribuan yang memimpin pertandingan.

Kartu kuning diberikan di menit 45 setelah Pluim melanggar Ady Eko. Pemain 33 tahun ini memprotes keputusan Zetman tersebut dengan gerakan tangan dan sebuah ucapan.

Tak berselang lama, Zetman  mengeluarkan kartu merah langsung kepada Pluim.

Berdasarkan sanksi diterima Pluim, ia melanggar Pasal 50 Regulasi Kode Disiplin PSSI 2018 terkait tingkah laku buruk terhadap perangkat pertandingan.

Pasal 50 Ayat 1 huruf a menyebut, sekurang-kurangnya 4 (empat) pertandingan untuk tindakan tidak sportif (unsporting conduct) terhadap perangkat pertandingan (dengan tunduk pada ketentuan Pasal 54, Pasal 55 dan Pasal 59 sampai Pasal 62 Kode Disiplin PSSI ini).

Erwin Tobing menegaskan, jika sudah dihukum harus dilaksanakan. Pihaknya pasti menjatuhkan hukuman bukan tanpa alasan.

"Kita tetap memutus salah. Kalau salah ada aturan dilanggar. Kalau tidak puas, mereka boleh banding, tapi saya tidak akan ubah putusan," tegasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved