Headline Tribun Timur

Setelah Tiga Gubernur, DPRD se-Sulawesi Perkuat Barisan Setop PT Vale

Tiga gubernur dan DPRD se Sulawesi menuju satu kata setop perpanjangan kontrak PT Vale Indonesia tbk.

Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
PT Vale Indonesia meluncurkan truk listrik perdana dengan kapasitas 70 ton di Mobility Equipment Facility pabrik PT Vale, Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (4/8/2022). Hadir Wapresdir PT Vale Adriansyah Chaniago, CEO PT Vale Febriany Eddy, dan Deputy COO PT Vale Abu Ashar. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Parlemen se-Sulawesi juga menuju satu kata, “setop perpanjangan kontrak PT Vale Indonesia tbk. Perusahaan asing yang sudah 54 tahun menggali dan mengelola nikel (mineral) di Sulawesi dinilai sudah saatnya cari “kontrakan” lain.

Sebelumnya, tiga Gubernur se-Sulawesi sepakat menolak perpanjangan kontrak PT Vale Indonesia tbk.

PT Vale berpusat di Sorowako, Luwu Timur. Selain Sulsel, lahan tambang nikel yang dikelola PT Vale masuk wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. (Lihat, Setelah 54 Tahun PT Vale/Inco Ngontrak di Sulawesi).

Baca juga: Komisi VII DPR RI Tinjau PT Vale, Bupati Lutim Singgung Putra Lokal Tak Ada di Jajaran Direksi

Baca juga: Polemik Perpanjangan Kontrak PT Vale Dibahas Pemuda dan Akademisi di Makassar

“Kita terus komunikasi. Hampir seluruh parlemen di Sulawesi suaranya sama, sudah saatnya kita cari perusahaan selain PT Vale,” kata Sekretaris Fraksi Golkar, Rahman Pina, Jumat (16/9/2022).

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman getol menolak perpanjangan kontrak karya PT Vale Indonesia.

Saat ditanyakan terkait permintaan PT Vale Indonesia untuk melakukan dialog bersama pemprov, Andi Sudirman Sulaiman menyebutkan tetap akan menolak tawaran tersebut.

“Tidak ada tawar-tawar. Yang ada adalah tolak perpanjangan kontrak karya,” tegas Andi Sudirman Sulaiman.

Pria kelahiran Kabupaten Bone itu menyebutkan PT Vale Indonesia boleh beroperasi asal berada di bawah naungan Pemprov Sulsel.

Ia mengaku bahwa Pemprov Sulsel membuka peluang bagi siapa saja untuk berinvestasi.

“Semua peluang bisa dibuka. Bukan kita menolak investasi, tetapi kita bisa memperbanyak investasi ketika ruang itu diberikan konsesinya lebih luas kepada Pemprov,” ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved