Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Ancam 'Kepung' Istana Kepresidenan, Desak LAM-PT Dibubarkan

Prof Budi Jatmiko menyatakan, desakan agar LAM-PT berorentasi bisnis dibubarkan digelar di dua tempat berbeda mulai 27-29 September 2022

Editor: Ari Maryadi
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Prof Budi Jatmiko. Ia memastikan memimpin langsung aksi demonstrasi sivitas akademika kampus swasta se-Indonesia di Istana Kepresidenan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Prof Budi Jatmiko memastikan memimpin langsung aksi demonstrasi sivitas akademika kampus swasta se-Indonesia di Istana Kepresidenan.

Aksi desakan meminta Lembaga Akreditasi Mandiri-Perguruan Tinggi (LAM-PT) segera dibubarkan juga akan dilakukan di gedung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Prof Budi Jatmiko menyatakan, desakan agar LAM-PT berorentasi bisnis dibubarkan digelar di dua tempat berbeda mulai 27-29 September 2022.

"Titik aksi bakal dipusatkan di dua lokasi ya, pertama di Istana Kepresidenan dan kantor Kemendikbud," kata Prof Budi Jatmiko, Sabtu (17/9/2022).

Prof Budi Jatmiko menambahkan, sudah lebih dari 1.000 pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) menyatakan kesiapan untuk hadir.

"Peserta aksi akan terus bertambah. Di Bali 3.000 lebih pimpinan PTS hadir tanggal 1-3 Juli lalu untuk membicarakan kebuntuan dialog dengan pemerintah," jelas Prof Budi Jatmiko.

Sebelumnya diberitakan, sebagai organisasi mewadahi seluruh kampus swasta di Indonesia, Aptisi akan memfasilitasi insan kampus swasta menyampaikan tuntutan ke pemerintah.

Salah satu grand isu yang akan disampaikan dalam aksi demonstrasi tersebut adalah pembubaran Lembaga Akreditasi Mandiri-Perguruan Tinggi (LAM-PT).

Ia mengatakan pihaknya telah ingin melakukan aksi demonstrasi sejak tahun 2021.

Namun, Prof Budi Jatmiko terlebih dulu melakukan pendekan dengan berbagai pihak.

Termasuk menyurati Menteri, Dirjen, dan juga DPR.

“Kita juga sudah bersurat kepada presiden dan menteri tapi tidak ditanggapi. Ini yang membuat teman-teman PTS geram,” kata Prof Budi dalam video YouTube yang diunggah di kanal Aptisi, Kamis (16/9/2022).

Menurutnya, saat ini kondisi PTS di Indonesia sedang kesulitan membiayai kampus mereka.

Apalagi sejak pandemi, lebih dari 50 persen mahasiswa mengajukan cuti.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved