Pajak Water Levy

Ketika Lutim Berani Tagih Bagi Hasil Pajak Water Levy ke Pemprov Sulsel, Ternyata None Penyebabnya

Tiga kali pihak Pemkab Lutim mengirimkan surat tagihan kepada Pemprov Sulsel dengan ditujukan atas nama Gubernur Sulsel.

Editor: Muh. Irham
ist
Irman Yasin Limpo atau None adalah mantan Plt Bupati Lutim. Ia pernah mengunggah foto menggunakan kaos bertuliskan Water Levy Crime atau pemburu bagi hasil pajak air permukaan yang ditujukan ke Pemprov Sulsel 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM — Pemkab Lutim begitu berani menagih Pemprov Sulsel dalam hal ini Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman soal bagi hasil pajak di atas permukaan air atau water levy.

Tiga kali pihak Pemkab Lutim mengirimkan surat tagihan kepada Pemprov Sulsel dengan ditujukan atas nama Gubernur Sulsel.

Dalam surat tersebut Pemkab Lutim menagih Pemprov Sulsel atas bagi hasil water levy untuk 2022 sebesar Rp69 miliar. Dengan asumsi untuk triwulan I itu sebesar Rp 28,4 miliar dan triwulan II sebesar Rp 41,5 miliar.

Hal ini diungkapkan Kepala BKAD Lutim Ramadhan P belum lama ini.

“Kami sudah bersurat berkali kali ke pemprov,” singkatnya.

Lantas apa yang menjadi penyebab sehingga Pemkab Lutim begitu berani menagih Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman?

Ternyata sejarah yang menjawab. Sejak 2015-2016 saat itu Caretaker Bupati Lutim dijabat oleh Irman Yasin Limpo alias None.

Setelah beberapa pekan menjabat, mantan Kadis Pendidikan Sulsel itu mengendus adanya pajak bagi hasil yang “mengendap” di Pemprov Sulsel yang merupakan hak Pemkab Lutim.

Pajak water levy adalah pajak air permukaan yang menurut Undang Undang 28 thn 2009 tentang pajak dan retribusi daerah hanya Pemprov Sulsel yang memungut pajak tersebut.

Bagi hasilnya adalah 80 persen untuk Lutim dan Pemprov hanya dapat 20 persen.

Bahkan saat itu, Pemprov Sulsel menunggak pajak atas bagi hasil ke Lutim

None kemudian memprotes lewat aksi tunggal. Dia membuat baju ala tim Bareskrim Mabes Polri yang sedang memburu penjahat.

Baju kaos warna biru tua itu dilengkapi tulisan WATER LEVY CRIME di bagian dada. Foto-foto None memakai kaos "Water Levy Crime" itu unduh di jejaring sosial, facebook.

“Mudah-mudahan dengan cara ini, hak Lutim atas pajak water levy itu segera dibayarkan semua dari Pemprov,” kata None.

Sejak saat itu Pemkab Lutim selalu berani menagih Pemprov Sulsel saat pajak mereka tersendat di Pemprov. Termasuk berani menagih Gubernurnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved