Jusuf Kalla soal BBM Naik, Kita Boros dengan Subsidi, Kalau Begini Rugi Negara

Menurutnya, salah satu masalah dihadapi setiap Presiden itu menjaga harga bahan bakar minyak atau BBM tidak naik.

DOK TRIBUNNEWS.COM
Mantan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Mantan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla bicara soal kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menyatakan menjaga inflasi agar tidak naik dengan cara menaikkan subsidi merupakan langkah tepat.

Namun, lanjut Wakil Presiden RI periode 2014-2019 ini, dampaknya luar biasa karena kita tidak bisa berbuat banyak, membangun infrastruktur, dan lain-lain.

Menurutnya, salah satu masalah dihadapi setiap Presiden itu menjaga harga bahan bakar minyak atau BBM tidak naik.

Dalam sejarah Indonesia, kata Jusuf Kalla, tidak pernah kita menaikkan harga bahan bakar minyak sampai 128 persen dan tidak ada demo.

"Setelah saya hitung-hitung, kita boros dengan subsidi. Kalau begini, rugi negara. Kalau BBM murah, orang mudah jalan-jalan. Yang rugi masyatakat miskin," kata M Jusuf Kalla.

"Jadi solusinya, kita naikkan BBM, tapi tetap kita memberikan bantuan langsung tunai pada hari yang sama. Berani ambil keputusan dengan segala resikonya," Jusuf Kalla menambahkan.

Jadi anda kata M Jusuf Kalla tahu kalkulasinya dengan betul, anda tahu pro dan kontranya seperti apa, anda tahu posisi rakyat kita bela.

"Dan anda tahu cara berkomunikasi kepada rakyat," katanya dikutip Tribun-Timur.com melalui Youtube G24 Channel.

"Pemimpin harus konsisten dengan keputusannya sendiri," Jusuf Kalla menambahkan.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter.

Kemudian Solar Subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter.

Lalu Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter, menjadi Rp14.500 per liter.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved