Presiden Jokowi

Soal Kemungkinan Jadi Cawapres, Presiden Jokowi: Itu Bukan dari Saya

Presiden Jokowi menolak menjelaskan wacana Presiden 3 periode dan wacana calon wakil presiden yang dialamatkan kepadanya.

Editor: Muh. Irham
Tribunnews/Irwan Rismawan
Presiden Jokowi berjabat tangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta Jumat (11/10/2019). Kini muncul wacana paket Prabowo-Jokowi maju Pilpres 2024. (Tribunnews/Irwan Rismawan) 

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden Jokowi menegaskan dirinya tak pernah berniat menjadi calon wakil presiden (cawapres) di 2024 seperti wacana yang saat ini ramai beredar.

Jokowi memastikan dirinya tak pernah menyinggung usulan tersebut.

”Sejak awal saya sampaikan bahwa ini (isu yang beredar) yang menyiapkan bukan saya," kata Jokowi di Istana Negara, Jumat (16/9).

Jokowi mengatakan dirinya telah menolak tegas wacana presiden 3 periode hingga perpanjangan masa jabatan presiden. Ia pun heran isu lainnya terus berlanjut. Sebab itu ia enggan banyak berkomentar terkait wacana menjadi cawapres di 2024.

”Urusan 3 periode sudah saya jawab. Begitu saya jawab, muncul lagi yang namanya perpanjangan. [Itu] juga sudah saya jawab. Ini muncul lagi sekarang jadi wapres. Itu dari siapa? Kalau dari saya akan saya terangkan. [Ini] bukan dari saya, saya enggak mau nerangin," ujarnya.

Wacana Jokowi menjadi cawapres 2024 sebelumnya sempat keluar dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman. Ia mengatakan tak menutup kemungkinan memasangkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Capres dan Jokowi sebagai Cawapres pada Pemilu Presiden 2024.

”Ya kalau kemungkinan ya ada saja,” ungkap Habiburokhman saat ditemui awak media di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (14/9).

Dia menegaskan secara konstitusional tak ada aturan yang melarang Jokowi maju kembali di ajang Pilpres, asal menjadi cawapres. Meski begitu, Habiburokhman mengaku tak bisa berbicara lebih banyak terkait kemungkinan cawapres yang akan diusung Gerindra, sebab kewenangannya berada di tangan Prabowo.

”Kalau secara konstitusi memungkinkan, tapi dalam konteks politik itu bukan kewenangan saya, kewenangan ada di Pak Prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra,” kata dia.

Ketua Bappilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bambang Wuryanto menyatakan presiden yang sudah menjabat 2 periode bisa kembali maju di pilpres, namun sebagai cawapres.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ia mengatakan jika aturan UU demikian, Jokowi sangat bisa maju menjadi cawapres. Namun, kata dia, Jokowi harus mendapatkan dukungan parpol untuk maju sebagai cawapres.

Di sisi lain, Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono juga sempat melontarkan pendapatnya mengenai presiden yang telah menjabat dua periode secara normatif bisa maju lagi sebagai calon wakil presiden utuk periode berikutnya. Fajar mengatakan tak ada peraturan yang melarang Jokowi untuk maju sebagai cawapres di Pilpres 2024. Namun, lebih kepada etika politik jika presiden dua periode ingin menjadi wakil presiden di periode selanjutnya.

Fajar mendasarkan argumen pada Pasal 7 UU 1945. Pasal itu berbunyi "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan."

Fajar mengatakan dirinya tidak dalam kapasitas menyatakan boleh ataupun tidak boleh. Hanya saja bila melihat UUD 1945 Pasal 7 menjelaskan, Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved