PAD

Hingga Agustus, Capaian PAD Kabupaten Maros Rp 147 Miliar

PAD Maros untuk bulan Agustus sudah mencapai Rp 147,6 miliar melampaui target kita yakni 50 persen.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Bupati Maros Chaidir Syam. Chaidir Syam menyebut hingga akhir Agustus 2022, tercatat capaian PAD Maros sudah Rp 147,6 miliar atau 55,9 persen. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan menargetkan PAD sebanyak Rp 264 miliar untuk tahun 2022.

Hingga akhir Agustus 2022, tercatat capaian PAD Maros sudah Rp 147,6 miliar atau 55,9 persen.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Maros Chaidir Syam, Jumat (16/9/2022).

"Alhamdulillah PAD kita untuk bulan Agustus sudah mencapai Rp 147,6 miliar melampaui target kita yakni 50 persen, target kita hingga akhir bulan September atau Triwulan ini adalah 60 persen," katanya.

Chaidir Syam mengatakan ada lima OPD yang berhasil melampaui target ini.

m

"Yang pertama ada Bapenda jumlah realisasinya mencapai Rp 95,4 miliar atau 57,55 persen dari total target Rp 165,7 persen," tuturnya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rp 356 juta atau 64,15 persen dari total target Rp 555 juta.

Dinas Perikanan Rp 493 juta atau 82,23 persen dari total target Rp 600 juta.

Rumah Sakit dr La Palaloi Rp 33 miliar atau 68,6 persen dari total target Rp 48 miliar.

Chaidir Syam juga memberikan apresiasi kepada empat kecamatan dengan capaian PBB tertinggi.

"Ada tambahan khusus PBB yang dikelola Camat, Kita memberikan penghargaan kepada Kecamatan Cenran, Turikal, Camba dan Moncongloe yang capaian PBB tertinggi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Maros Takdir mengatakan ada beberapa OPD yang beluma berhasil meraih target.

"Ada beberapa kendala yang dihadapi seperti retribus IMB terkendala regulasi dan kesulitan proses karena sudah harus online dan dikelolah 2 OPD yaitu Dinas PUTRPP dan PTSP," tuturnya.

Selain itu, Retribusi Pasar juga terkendala karena masih terdampak covid dan baru mulai bangkit kembali.

"Retribusi sewa alat berat juga terkedala karena alat yang dimiliki sudah tua dan butuh banyak perbaikan," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved