Opini

Pekan Literasi Pangkep dan Upaya Mendorong Literasi Desa

Benarkah pemerintah desa menganggarkan pembelian buku-buku itu? Jika iya, bagaimana prosesnya sehingga bisa menjadi kesepakatan.

TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur - F Daus AR, Bergiat di Rumah Saraung dan Lembaga Demokrasi Celebes 

Oleh: F Daus AR
Bergiat di Rumah Saraung dan Lembaga Demokrasi Celebes

TRIBUN-TIMUR.COM - Di satu siang di tahun 2020 lalu, ketika berkunjung ke Pulau Pandangan, Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabiring di Pangkep.

Di ruang tamu kantor desa terdapat lemari berisi deretan buku yang tak biasa.

Saya melihat beberapa judul buku terbitan Komunitas Bambu. Salah satunya, Kemunculan Komunisme Indonesia karya Ruth T Mc Vey.

Benarkah pemerintah desa menganggarkan pembelian buku-buku itu? Jika iya, bagaimana prosesnya sehingga bisa menjadi kesepakatan.

Lalu, apakah buku-buku itu merupakan kebutuhan warga desa? Ataukah, pengadaannya dilakukan serampangan saja sehingga ada buku yang di judulnya mengandung frasa ‘komunisme’, sesuatu yang bisa memantik trauma (sebagian) jika mengeja kata itu.

Segala ruak pertanyaan di benak saya dijawab oleh Kepala Desa kalau buku-buku itu merupakan donasi dari pusat. Ia hanya menyampaikan seperti itu dan tidak menjelaskannya lebih lanjut.

Saya kemudian mulai memahami kalau kehadiran buku-buku yang tak biasa itu bukan didasari pada asesmen kebutuhan warga desa.

Peristiwa selanjutnya bukan hanya terjadi di satu desa, di beberapa desa yang lain juga seperti itu.

Seorang kawan yang dulu menjadi staf desa menyampaikan jika pemerintah desanya sedang mencanangkan perpustakaan desa dan ia diminta untuk menyiapkan sejumlah buku untuk mengisi rak perpustakaan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved