Kinerja BRI Membaik, Analis Sebut Saham BBRI Beri Sinyal Positif bagi Investor

Analis menilai aksi buyback BRI semakin mendorong kepercayaan investor terhadap kinerja Perseroan. 

DOK. Humas BRI
Ilustrasi pemandangan Gedung BRI dari depan. 

TRIBUNTIMUR.com – Aksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang membeli kembali atau buyback saham korporasi mendapatkan sinyal positif terhadap potensi pertumbuhan kinerja Perseroan ke depan. 

Analis menilai, aksi buyback BRI juga semakin mendorong kepercayaan investor terhadap kinerja Perseroan. 

Head of Equity Berdikari Manajemen Investasi Agung Ramadoni menjelaskan, implikasi dari aksi Korporasi itu terlihat dari earning per share (EPS) atau representasi dari seluruh jumlah dana yang bisa diterima pemilik saham atas setiap lembaran saham yang dimiliki investor.

“Membaiknya kinerja perusahaan, diikuti pula dengan likuiditas perusahaan. Maka, saya masih meyakini bahwa program buyback saham BBRI tersebut akan berdampak positif pada kinerja sahamnya,” jelasnya dalam siaran pers, Kamis (15/9/2022).

Agung juga menilai, aksi tersebut mengindikasikan BRI melihat saham BBRI masih undervalued.

“Diharapkan aksi buyback yang berimplikasi langsung terhadap outstanding share bisa mengangkat valuasi dan harga saham BBRI saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, analis RHB Sekuritas Ryan Santoso mengatakan, kemampuan BRI untuk menciptakan pertumbuhan baru menjadi kunci Perseroan masih terus optimistis di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Dibayangi kenaikan suku bunga acuan, Ryan menilai, besar kemungkinan pertumbuhan kredit BRI menyentuh 9 -11 persen year-on-year (yoy).

Mengutip hasil risetnya, dia menyebutkan, pertumbuhan kredit sektor mikro BRI bisa mencapai 13-15 persen yoy.

Kinerja pertumbuhan kredit BRI juga semakin kuat berkat konsolidasi Holding Ultra Mikro bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). 

Kredit dari anak usaha PNM juga diproyeksikan tumbuh 17-20 persen yoy serta kredit PT Pegadaian naik 10-11 persen yoy.

Ilustrasi Gedung BRI pada malam hari. BRI tengah dalam proses buyback saham yang total nilai maksimal mencapai Rp 3 triliun.
Ilustrasi Gedung BRI pada malam hari. BRI tengah dalam proses buyback saham yang total nilai maksimal mencapai Rp 3 triliun. (DOK. Humas BNI)

Adapun membuka awal 2022 dengan optimisme pemulihan ekonomi, saham BBRI terpantau mengalami pergerakan positif pada angka Rp 4.180.

Sebulan berselang, saham BBRI sempat tumbuh 6,5 persen ke level Rp 4.450 pada pekan pertama Februari 2022.

Pada 26 April 2022, saham BBRI sempat menyentuh all time high atau harga tertinggi sejak perusahaan melantai di bursa, yakni di level Rp 4.940. Kemudian harga bergerak pada rentang Rp 4.250 hingga Rp 4.600.

Sementara itu, kapitalisasi pasar BBRI pada pekan kedua September 2022 berada pada angka Rp 675,95 triliun. Dengan EPS alias laba bersih per saham Rp 327, maka PER saham ini 13,64 kali dan price to book value (PBV) 2,39 kali.

Sebagai informasi, saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasury dalam rangka pemberian insentif kepada pekerja BRI.

Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap pekerjanya yang telah memberikan kinerja terbaiknya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved