Berbeda dengan Gubernur Sulsel, Tokoh Kedatuan Luwu Mincara Burau Sepakat Kontrak Vale Dilanjutkan

Kontrak karya PT Vale berakhir pada Desember 2025 mendatang sejak izin pertambangannya sudah berlangsung sejak 1968.

Editor: Saldy Irawan
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Pabrik pengolahan nikel PT Vale Indonesia Tbk, di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, saat diabadikan menggunakan drone 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Mincara Burau, H A Muh Bintang Aras Opu To Rompeangi mendukung kontrak PT Vale Indonesia diperpanjang.

Kontrak karya PT Vale berakhir pada Desember 2025 mendatang sejak izin pertambangannya sudah berlangsung sejak 1968.

Pro dan kontra soal perpanjangan kontrak PT Vale Indonesia masih menjadi topik hangat di Luwu Timur.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman secara tegas menolak perpanjangan kontrak PT Vale Indonesia Tbk.

"Satu kata untuk kami bahwa, tidak ada perpanjangan untuk mereka (PT Vale Indonesia), tidak ada perpanjangan untuk mereka," kata Andi Sudirman Sulaiman.

Penolakan itu disampaikan Gubernur Sulsel pada rapat dengar pendapat (RDP) panja Vale dengan sekjen dan PLH dirjen Minerba dan Kementrian ESDM, Kamis (8/9/2022) di DPR RI.

Mincara Burau mengatakan masih setuju dengan perpanjangan kontrak PT Vale Indonesia.

Alasan kata Mincara Burau, pengelolaan sumber daya alam khususnya yang masuk dalam wilayah Vale sangat dibutuhkan perusahaan profesional dan memenuhi standard internasional.

"Sebab kalau ini tidak terpenuhi saya sangat ragu justru akan membuat persoalan baru," kata Mincara Burau, Kamis (15/9/2022) petang.

Mincara Burau juga mengharapakan SDM khususnya putra daerah sebisanya porsinya ditingkatkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved