Demo Ricuh

Kesaksian Pengunjukrasa di PN Makale: Polisi Arahkan Tembakan Gas Air Mata Lurus ke Demonstran

Diketahui, unjuk rasa pengawalan pembacaan putusan terkait sengketa Lapangan Gembira Makale awalnya berlangsung kondisif

Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Muh. Irham
Tribun Toraja/Freedy Samuel
Anggota polisi dari Polres Tana Toraja bersitirahat usai mengamankan aksi unjukrasa yang berujung ricuh di depan kantor Pengadilan Negeri Makale, Rabu (13/9/2022). Para pengunjukrasa bentrok dengan polisi yang mengawal jalannya sidang sengketa lahan Lapangan Gembira Makale 

TORAJA, TRIBUN-TIMUR.COM - Puluhan personel dari Polres Tana Toraja, diback-up Brimob kompi B Kota Parepare menjaga aksi demonstrasi Aliansi Sangtorayan di depan PN Makale Kab. Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Senin pagi (14/9/22)

Diketahui, unjuk rasa pengawalan pembacaan putusan terkait sengketa Lapangan Gembira Makale awalnya berlangsung kondisif.

Pagar kawat duri terbentang di sepanjang PN Makale.

Pukul 11:00 wita kericuhan mulai terjadi antar polisi dan  massa.

Kericuhan pertama mulai pukul 11:00 wita hingga sekitar 12:30 wita.

Massa aksi terpancing saat salah satu orator meminta pihak humas PN untuk menerima mereka di dalam gedung PN Makale tetapi tidak ditanggapi oleh humas.

Kericuhan kedua terjadi pukul 15.00 hingga pukul 16.00 sore, dipicu oleh tembakan water canon dari mobil polisi.

Massa aksi yang tersulut emosi, juga membalas tembakan water canon polisi dengan lemparan batu.

Polisi juga membalas lemparan batu mahasiswa dengan tembakan gas air mata secara membabi buta.

Terpantau di lapangan, sebanyak kurang lebih 5 kali tembakan gas air mata dibidik lurus ke kumpulan massa aksi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved