Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

Jokowi Masih Bungkam Soal BBM, BEM Fisip Unibos: Bukti Anti Masukan Rakyat!

Upaya mahasiswa ini masih belum mendapat respon positif soal demo kenaikan BBM. Presiden Joko Widodo masih bungkam terkait tuntutan penurunan BBM.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
DOK PRIBADI
Ketua BEM Fisip Unibos 2021-2022 Baso Muhammad Ikram. Ia menyayangkan Jokowi masih bungkam dengan aspirasi masyarakat soal demo tolak kenaikan harga BBM.      

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aksi demonstrasi terus berlangsung sejak pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi pada Sabtu (3/9/2022).

Setiap hari, unjuk rasa dilakukan berbagai aliansi mahasiswa dari kampus se-Indonesia.

Namun, upaya mahasiswa ini masih belum mendapat respon positif.

Presiden Joko Widodo masih bungkam terkait tuntutan penurunan BBM.

Ketua BEM Fisip Unibos 2021-2022 Baso Muhammad Ikram menyayangkan pemerintah masih bungkam dengan aspirasi masyarakat

"Sangat disayangkan pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi hingga saat ini belum memberikan tanggapan terkait aksi demonstrasi yang dilakukan dari berbagai elemen masyarakat termasuk mahasiswa, buruh, dan ojek online, dalam hal menolak kenaikan bbm bersubsidi, " ujar Baso kepada Tribun-Timur.com, Rabu (14/9/2022)

"Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah anti terhadap masukan rakyatnya. Ditambah lagi, banyak anggota DPR yang ikut bungkam dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Padahal sudah jelas, jika keberpihakan DPR secara menyeluruh tentu akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap perubahan kebijakan pemerintah nantinya," sambungnya. 

Meski belum mendapat respon, Baso memastikan gerakan unjuk rasa masih akan terus dilakukan. 

Ia pun mengajak masyarakat umum agar turut andil menyuarakan keresahan terkait BBM.

"Tentu saya sangat mendukung upaya - upaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam menolak kenaikan harga bbm bersubsidi ini," jelas Baso. 

Di sisi lain, ia menilai perlunya ada gerakan massif diluar dari aksi demonstrasi. 

Jalan lainnya ialah melakukan kampanye bersama di media sosial

Akun media sosial dinilai telah menjadi ruang untuk menyalurkan aspirasi di era kemajuan teknologi.

"Di era globalisasi, penting untuk menyalurkan aspirasi melalui medsos. Tentu gerakan saat ini bisa lebih cair dari pada sebelumnya, tidak lagi terfokus terhadap gerakan yang hitung-hitungan massa tetapi aksi penolakan kenaikan BBM bersubsidi ini bisa terus kita kampanyekan di media sosial," kata Ketua BEM Fisip Unibos 2021-2022.

"Paling penting adalah bagaimana aspirasi kita bisa di respon dan mampu mempengaruhi kebijakan yang telah di tetapkan pemerintah," lanjutnya. 

BEM Fisip Unibos pun masih akan melakukan aksi demonstrasi yang dibarengi dengan kampanye aspirasi di media sosial

Langkah ini ditempuh kembali untuk meminta respon pemerintah terkait penolakan kenaikan harga BBM Bersubsidi. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz


 

 
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved