5.844 Jiwa di Kabupaten Luwu Dicurigai Jadi Pemilih Siluman

Data daftar pemilih berkelanjutan KPU adalah 258.977 orang sementara Disdukcapil hanya 253.133 orang, artinya ada selisih 5.844.

Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/CHALIK
Kantor KPU Luwu di Belopa, Luwu, Sulawesi Selatan. KPU Luwu mengumumkan rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk Agustus tahun 2022 di mana total pemilih di Luwu saat ini berjumlah 258.977 jiwa. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Sebanyak 5.844 jiwa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan dicurigai jadi pemilih siluman.

Kecurigaan muncul setelah melihat adanya perbedaan antara data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu.

Belum lama ini, KPU Luwu mengumumkan rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk Agustus tahun 2022.

Di mana total pemilih di Luwu saat ini berjumlah 258.977 jiwa.

Jauh lebih banyak dari hasil perekaman elektronik penduduk oleh Diskdukcapil Luwu.

Dimana jumlah penduduk yang sudah perekaman dan memiliki KTP elektronik per Juli 2022 hanya 253.133 jiwa.

Sehingga terjadi selisih yang cukup besar mencapai 5.844 jiwa.

Koordinator Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL), Ismail Ishak, mempertanyakan perbedaan data dari dua institusi itu.

Sebab berpeluang menyebabkan 5.244 masyarakat Luwu kehilangan hak memilih pada Pemilu.

"Data daftar pemilih berkelanjutan KPU adalah 258.977 orang, sementara Disdukcapil hanya 253.133 orang, artinya ada selisih 5.844," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved