Wisata Makassar

Sasar Pecinta Wisata Makassar, Singapura Gelar Promosi Wisata Perkenalkan Destinasi Baru

Dimana dalam kesempatan tersebut dipaparkan sejumlah destinasi wisata baru Singapura, yang hadir setelah masa Covid-19.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Ina Maharani
Tribun Timur/Muh Abdiwan
Executive Director South East Asia Singapore Tourism Board John Gregory Conceciao (kiri) dan Area Director Singapore Tourism Board untuk Indonesia Lim Si Ting 

 

 

Makassar, Tribun - PEcinta wisata di Makassar tentunya sudah mengenal Singapura sebagai destinasi wisata andalan.

Badan Promosi Wisata Singapura atau Singapore Tourism Board menggelar promo wisata di Makassar.

Yakni digelar dengan menggelar B2B (business to business) Tabletop networking di Hotel The Rinra Makassar, Selasa (13/9). Yakni mempertemukan travel agen di Makassar dengan mitra travel dari Singapura.

Antara lain hotel, atraksi wisata, kapal pesiar, dan pesawat cruise liners, enrichment providers, dan maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari Indonesia ke Singapura, Scoot.

Executive Director South East Asia STB John Gregory Conceciao dalam jumpa pers yang digelar di Batavia Resto Mal Phinisi Point mengatakan, rangkaian kegiatan B2B Tabletop networking yang menjadi bagian dari kampanye SingapoReimagine.

“Sejak April 2022 Singapura membuka border untuk wisatawan. Dan Mei 2022 kita launch campaign SingapoReimagine,” ujarnya.

Dimana dalam kesempatan tersebut dipaparkan sejumlah destinasi wisata baru Singapura, yang hadir setelah masa Covid-19.


Makassar, menjadi kota keempat setelah Jakarta (11 Agustus), Surabaya (23 Agustus), Bali (25 Agustus), dan Medan (6 September).

“Makassar adalah kota yang sangat penting bagi kita. Sebelom covid, di sepanjang tahun 2019 ada 22 ribu kunjungan hanya dari Makassar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga Area Director Singapore Tourism Board untuk Indonesia Lim Si Ting.

Dalam kesempatan tersebut ia mengatakan saat ini untuk wisata ke Singapura semakin mudah persyaratannya.

“Bagi yang sudah vaksin lengkap tinggal datang tidak lagi pakai karantina. Yang vaksinnya belum lengkap juga dengan syarat PCR h-2 dan punya asuransi covid. Singapura juga tidak lagi menerapkan masker, kecuali di transportasi umum dan sarana kesehatan,” ujarnya.(rud)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved