Kopi Indonesia

Keren! Agree Platform Digital Telkom Ekspansi Pasar Kopi Indonesia hingga ke Negara Kincir Angin

Platform digital Agree menjembatani kerja sama penjualan kopi antara stakeholder dari Indonesia dengan para importir di wilayah Belanda.

Telkom
Suasana transaksi kopi Indonesia hasil dukungan digitalisasi pertanian Agree di Acara Pasar Kopi Amsterdam, Belanda (3/9/2022) lalu. Kopi yang dibawa di Pameran Pasar Kopi berasal dari 11 daerah di Indonesia, yakni Ijen, Gayo, Mandailing, Karo, Kerinci, Lampung, Java Preanger (meliputi area Garut dan Bandung), Dieng, Bali, Kintamani, Flores, dan Toraja. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Baru-baru ini Platform digital Agree yang dikembangkan Leap-Telkom Digital (Leap) berhasil menjembatani kerja sama penjualan kopi antara stakeholder dari Indonesia dengan para importir di wilayah Belanda atau negara kincir angin tersebut.

Adapun nilai transaksi mencapai angka USD5,6 juta atau lebih dari Rp83 miliar.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan Roemah Indonesia BV (RIBV).

Dalam pameran di Posthoornkerk, Amsterdam, Belanda pada awal September 2022 tersebut, Agree berperan sebagai Data and Information Hub yang meliputi product listing, traceability, cashier, dan transaction report.

Direktur Digital Bisnis Telkom Muhamad Fajrin Rasyid menuturkan, Agree bersama RIBV dan PTPN III sebagai inisiator Project Management Kopi (PMO) Kopi Nusantara membawa beragam jenis sampel kopi dari berbagai supplier kopi di seluruh Indonesia.

"Jadi bisa dilihat siapa petaninya, ditanam di mana, diolah seperti apa, semua info bisa didapat dengan cara scan QR yang ada di kemasan kopi,” tutur Fajrin via rilis ke Tribun-Timur.com, Selasa (13/9/2022).

Lebih lanjut, Tim Produk Agree Bayhaqi menerangkan, Agree mengakomodasi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan para importir yang datang.

Jika importir sudah menemukan sampel yang tepat dan ingin membeli kopi tersebut dalam jumlah banyak, importir dapat langsung memesan kopi tersebut melalui platform Agree Market.

“Agree will help you to get the best coffee beans from Indonesia for your business," imbuh Bayhaqi.

Ketua PMO Kopi Nusantara Dwi Sutoro menuturkan, sejak diluncurkan pada Januari 2022, PMO Kopi Nusantara telah memiliki pilot projects di 6 provinsi di Indonesia.

Antara lain, Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Aceh.

Mencakup lebih dari 7.000 hektar lahan perkebunan kopi dan melibatkan lebih dari 4.000 petani.

Dwi mengungkapkan, kopi yang dibawa di Pameran Pasar Kopi berasal dari 11 daerah di Indonesia, yakni Ijen, Gayo, Mandailing, Karo, Kerinci, Lampung, Java Preanger (meliputi area Garut dan Bandung), Dieng, Bali, Kintamani, Flores, dan Toraja.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengakses https://leap.digitalbisa.id/. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved