Berkunjung ke Museum Buntu Kalando, Bisa Belajar Sejarah dan Peninggalan Raja Sanggalla

Pasalnya di museum kita bisa memanjakan mata dengan barang-barang antik sekaligus belajar dan lebih dekat dengan sejarah.

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Papan nama Museum Buntu Kalando, Senin (12/9/2022) 

TRIBUN-TIMUR.COM, TORAJA - Berkunjung ke museum kini bukan lagi menjadi hal yang membosankan.

Pasalnya di museum kita bisa memanjakan mata dengan barang-barang antik sekaligus belajar dan lebih dekat dengan sejarah.

Di Sulawesi Selatan, terdapat sejumlah museum yang menyimpan berbagai sejarah dengan keunikannya masing-masing.

Misalnya Museum Buntu Kalando. Museum satu ini terletak di Sanggalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Museum Buntu Kalando telah mengoleksi beberapa benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Puang Sanggalla dan 700 jenis koleksi benda pusaka.

Seperti alat-alat pertanian, alat-alat dapur, alat tenun, barang-barang antik, pakaian adat kebesaran, alat musik, senjata tradisional dan lain-lain.

Pengelola museum, Pak Laso' mengatakan saat ini Museum Buntu Kalando tidak menerima pengunjung karena museum sementara di renovasi.

"Sebenarnya kalau pelayanan hari ini belum ada, karena sementara kita renovasi ulang, beberapa benda pusaka juga kita amankan dulu," tuturnya Senin (12/9/2022).

Lebih lanjut, Pak Laso' menjelaskan situasi pandemi membuat museum juga sepi dikunjungi.

"Kita tutup dulu karena nda terlalu banyak juga yang datang selama pandemi, jadi dimanfaatkan waktunya untuk membenahi museum," tuturnya.

Sejak diresmikan pada 29 Juli 1980, Museum Buntu Kalando sudah dikunjungi para petinggi negera, wisatawan lokal hingga mancanegara.

Nama museum ini diambil dari sejarah orang Toraja yang cenderung hidup di daerah ketinggian. Dalam bahasa Toraja, kata Buntu berarti batu dan Kalando berarti bukit. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved