Kakek Penderita Stroke Hidup Sebatang Kara di Gubuk Tak Layak Huni, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Tarima mengaku sudah tinggal di gubuknya itu sekitar 13 tahun lamanya. Dulunya dia bekerja sebagai Tukang Pijit panggilan.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Kakek Tarima (73) hidup sebatang kara di gubuk tuanya di Jalan Andi Mangkau, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap. 

TRIBUNSIDRAP.COM, SIDRAP - Kakek Tarima (73) hidup Sebatang Kara di gubuk tak layak huni.

Gubuk tuanya itu berlokasi di Jalan Andi Mangkau, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap.

Dari informasi yang dihimpun, gubuk tua Tarima berdiri di tanah yang bukan miliknya.

Dinding huniannya pun hanya ditutupi pakai sarung dan kain sementara atapnya terbuat dari seng yang sudah bolong-bolong.

Tarima mengaku sudah tinggal di gubuknya itu sekitar 13 tahun lamanya.

Dulunya dia bekerja sebagai Tukang Pijit panggilan.

Setelah ia terkena penyakit stroke sekitar 3 bulan yang lalu, Tarima hanya bisa berbaring di gubuknya itu.

Sembari menunggu uluran tangan para tetangganya.

Salah satu warga, Ahya mengaku prihatin melihat keadaan Tarima.

Ahya mengaku, awalnya mengira gubuk Tarima itu adalah kandang itik.

"Karena saya penasaran, jadi saya melihat-lihat ke dalam. Ternyata isinya ada kakek yang tinggal sebatang kara," katanya, Jumat (9/8/2022).

Beruntungnya, kata Ahya, tetangga sering memberikan makanan Tarima.

Ia pun berharap, Tarima bisa mendapat bantuan perbaikan rumah layak huni dari pemerintah setempat.

"Semoga ada yang bantu Pak Tarima. Kasian beliau, karena sakit struk dan rumahnya tidak layak huni," harapnya.


Laporan jurnalis Tribunsidrap.com, Nining Angreani.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved