Masjid Terapung BJ Habibie

Jamaah Padati Salat Jumat Perdana di Masjid Terapung BJ Habibie, Taufan Pawe: Objek Wisata Religius

Masjid Terapung BJ Habibie ini sebelumnya hanya digunakan salat saat perayaan besar seperti Salat Ied.

Penulis: M Yaumil | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/M YAUMIL
Suasana Salat Jumat perdana di Masjid Terapung Bj Habibie, Jl Mattirotasi, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare,Sulawesi Selatan, Jumat (9/9/2022) siang. Wali Kota Parepare Taufan Pawe dan jajaran kepala dinas berbaur dengan masyarakat sekitar melaksanakan salat. 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Jamaah memadati Salat Jumat perdana di Masjid Terapung BJ Habibie, Jl Mattirotasi, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (9/9/2022) siang.

Masjid Terapung BJ Habibie ini sebelumnya hanya digunakan salat saat perayaan besar seperti Salat Ied.

Wali Kota Parepare Taufan Pawe dan jajaran kepala dinas tampak hadir berbaur dengan masyarakat setempat melaksanakan Salat Jumat.

Taufan Pawe mengatakan Masjid Terapung BJ Habibie ini sebagai objek wisata religius.

Sebagai kota cinta, masjid ini juga simbol kota santri dan kota ulama.

"Masjid sebagai simbol kota cinta dan menjadi objek wisata religius," katanya.

Menurutnya, kehadiran masjid sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memanfaatkan fasilitas.

Masyarakat serta pemerintah kemudian dapat merasakan hasilnya dari pembangunan masjid terapung.

"Ini bentuk komitmen pemerintah dan masyarakat dalam memanfaatkan sarana fasilitas umum," ujarnya.

Ketua Golkar Sulsel itu menambahkan apa yang menjadi kekurangan tinggal organisasi masjid.

Organisasi masjid dianggap penting berkaitan dengan tata kelola.

"Tata kelola organisasi masjid sangat penting karena masjid ini di atas rata-rata," imbuh wali kota dua periode itu.(*)

Laporan Kontributor TribunParepare.com, M Yaumil

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved