Breaking News:

Harga BBM Naik

Harga BBM Naik, Merek Mobil dan Motor Masih Boleh dan Dilarang Pakai Pertalite, Cek Kendaraan Anda!

Harga BBM jenis Pertalite dan Solar naik lagi per Sabtu, 3 September 2022. Sejumlah merek mobil dan motor dilarang pakai Pertalite

Editor: Edi Sumardi
PERTAMINA.COM
Ilustrasi SPBU Pertamina dan harga BBM naik. Sejumlah mobil dan motor dari berbagai merek dilarang pakai Pertalite. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Harga BBM jenis Pertalite dan Solar naik lagi per Sabtu, 3 September 2022. 

Harga Pertalite yang semula sebesar Rp 7.650 per liter kini naik menjadi Rp 10.000 per liter.

Sementara harga Solar yang semula sebesar Rp 5.150 per liter kini menjadi Rp 6.800 per liter.

Saat harga BBM bersubsidi dari Pertamina itu naik, beredar kabar pembatasan penjualan Pertalite dan Solar bagi sepeda motor dan mobil ber-cc tinggi.

Sebenarnya hal ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.

Namun, aturan ini akan direvisi.

Mobil mewah dengan mesin di atas 2.000 cc, kini menyusut menjadi mobil dengan kapasitas mesin 1.400 cc ke atas dilarang pakai Pertalite.

Kalau aturan ini jadi diterapkan maka hanya ada beberapa segmen mobil yang bisa mengonsumsi Pertalite, salah satunya Low Cost Green Car (LCGC).

Model yang bermain di segmen LCGC, antara lain ada Daihatsu Ayla, Sigra, Toyota Agya, Calya, dan Honda Brio Satya.

Seluruh model tersebut memiliki kapasitas mesin dengan rentang mulai 1.000 cc hingga 1.200 cc.

Selain itu, terpantau ada sejumlah model lainnya yang memiliki kapasitas mesin di bawah 1.400 cc.

Di antaranya Toyota Raize, Daihatsu Rocky, Honda Brio RS, Suzuki Ignis, Nissan Magnite, Nissan Kicks e-Power.

Ada juga merek lain yang masih bisa pakai Pertalite, antara lain Audi Q3 1.395 cc; Chevrolet Spark 995 cc, Trax 1.364 cc; DFSK Super Cab diesel 1.300 cc; Kia Picanto 1.248 cc, Seltos bensin 1.353 cc, Rio 1.348 cc; Mercedes-Benz A-Class 1.332 cc, CLA 1.332 cc, GLA 200 1.332 cc, GLB 1.332 cc; Peugeot 2008 1.199 cc; Renault Kiger 999 cc, Kwid 999 cc, Triber 999 cc; Tata Ace EX2 702 cc; Volkswagen Tiguan 1.398 cc, Polo 1.197 cc, T-Cross 999 cc; dan Wuling Formo S 1.206 cc.

Sementara untuk sepeda motor, jika peraturan pembatasan ini resmi berlaku maka motor-motor skutik 110, 125, hingga skutik bongsor 150 cc masih diperbolehkan beli Pertalite sebab kapasitasnya di bawah 250 cc.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved