PT Vale Indonesia

Penyebab Andi Sudirman Sulaiman Tolak Perpanjangan Kontrak Karya PT Vale Indonesia

Andi Sudirman Sulaiman tegas menolak perpanjangan kontrak karya PT Vale Indonesia Tbk yang bakal berakhir pada 2025.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Andi Sudirman Sulaiman tegas menolak perpanjangan kontrak karya PT Vale Indonesia Tbk yang bakal berakhir pada 2025. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman tegas menolak perpanjangan kontrak karya PT Vale Indonesia Tbk yang bakal berakhir pada 2025.

Penolakan tersebut disampaikan Andi Sudirman Sulaiman dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) M Said Wahab mengatakan perizinan kontrak karya merupakan kewenangan pemerintah pusat.

"Kalau pertambangannya untuk nikel itu semua diterbitkan oleh pusat dalam hal ini Kementerian ESDM karena dalam bentuk kontrak karya," kata Said Wahab kepada Tribun-Timur.com, Kamis (8/9/2022) malam.

Ia menyebutkan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel hanya bagian pendukung di PT Vale Indonesia Tbk.

Seperti surat izin pemanfaatan air tanah (SIPA).

Kemudian penggunaan listrik untuk kebutuhan sendiri.

"Hanya bagian penunjang yang menjadi kewenangan Pemprov untuk memberikan izin dalam hal ini dilakukan DPM PTSP," katanya.

Terkait dengan pengelolaan logam dan mineral, Said Wahab menyebutkan bahwa DPM PTSP tidak memiliki kewenangan.

Sementara perizinan yang ditolak perpanjangannya oleh Andi Sudirman Sulaiman adalah kontrak karya yang mencakup logam dan mineral.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved