Demo Tolak Kenaikan BBM

Demo Tolak Kenaikan BBM, Macet Panjang Terjadi di Kabupaten Maros

Massa demo tolak kenaikan BBM di Kabupaten Maros memblokade jalan trans Sulawesi.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Kemacetan panjang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (8/9/2022). Macet disebabkan adanya demo tolak kenaikan harga BBM. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Massa demo tolak kenaikan BBM di Kabupaten Maros memblokade jalan trans Sulawesi, Kamis (8/9/2022).

Akibatnya kemacetan panjang tak bisa dihindari baik dari arah Makassar maupun dari arah Pangkep.

Pihak kepolisian pun terpaksa mengalihkan kendaraan dari arah Pangkep untuk melintas di Jl Asoka, kompleks pemerintah daerah Maros.

Nantinya kendaraan akan keluar di Kompleks Perumnas Tumalia.

Begitupula dari arah Makassar akan diarahkan untuk masuk ke Perumnas Tumalia dan tembus di Jl Asoka.

Pengemudi mobil pika, Muhamad Ali mengaku sudah satu jam terjebak kemacetan.

Padahal biasanya jika mengemudi dari Pangkep menuju Makassar hanya membutuhkan waktu satu jam saja.

"Kita sudah satu jam terjebak di jalan. Harusnya kita sudah sampai sejam yang lalu ini malah terjebak macet di Maros," katanya.

Ia menilai aksi demonstrasi dengan memblokade jalan ini sangat menghambat pekerjaannya.

"Sangat menghambat pengantaran kami. Tidak apa-apa demo yang penting jangan tutup jalanan," ujarnya.

Sementara itu, terkait kenaikan harga BBM Ali menuturkan hanya bisa pasrah.

"Kalau dibilang membebani, pasti, tapi mau bagaimana lagi, kenaikan BBM pasti sudah dipertimbangkan sebelumnya," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa yang berasal dari HMI Cabang Butta Salewangan kembali melakukan unjuk rasa di depan SPBU Buttatoa, Maros, Kamis (8/9/2022).

Pantauan tribunmaros.com, demonstrasi kali ini diwarnai aksi bakan ban dan replika keranda mayat.

"Keranda ini sebagai simbol dari matinya keadilan di Indonesia," teriak orator.

Mereka juga menahan satu unit truk kontainer dan satu truk pengangkut tanah untuk dijadikan paggung orasi.

Meski diguyur hujan, demonstran tetap bersemangat untuk menyuarakan tuntutannya.

Mereka menolak secara tegas kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi.

Mereka menganggap kepemimpinan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin gagal total karena hanya menyengsarakan masyarakat.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved