Harga BBM Naik

Dampak Kenaikan Harga BBM, Begini Pandangan Asbisindo Sulsel

Kenaikan harga BBM berkompensasi atau non subsidi jenis pertalite dan solar memiliki efek relatif besar terhadap industri perbankan secara menyeluruh

Editor: Muh. Abdiwan
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ketua Asbesindo Sulsel Ahmad S. Ilham 

TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR - Kenaikan harga BBM berkompensasi oleh pemerintah bakal berimplifikasi terhadap kinerja industri perbankan syariah di Sulawesi Selatan.

Menurut Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Sulsel Ahmad S. Ilham, kenaikan harga BBM berkompensasi atau non subsidi jenis pertalite dan solar memiliki efek relatif besar terhadap industri perbankan secara menyeluruh, termasuk syariah.

Dia berpandangan, harga BBM non subsidi selama ini sangat lekat terhadap struktur pengeluaran masyarakat, terkhusus segmen rumah tangga, sehingga jika terjadi penaikan maka berdampak terhadap daya beli.

Hal tersebut kemudian mempengaruhi tren masyarakat pada segmen ritel dalam mengalokasikan uangnya untuk tabungan, di mana segmen tersebut menjadi pangsa terbesar perbankan syariah dalam menghimpun dana pihak ketiga.

"Ini bahkan [penaikan harga BBM] sudah mulai terasa pada segmen ritel, segmen rumah tangga. Dan saya rasa, dampaknya akan ke seluruh sektor, baik perbankan secara umum, terkhusus segmen syariah. Dan ini, pastinya ikut mempengaruhi upaya kita untuk menuju tren positif, termasuk di Sulsel," tuturnya, Kamis (8/9/2022).

Secara spesifik pada industri perbankan syariah Sulsel, papar Ilham, kondisi itu bakal semakin menekan performa bank syariah yang masih berupaya mencatatkan pertumbuhan sepanjang tahun berjalan ini.

Mengutip pada data statistik OJK Regional 6 Sulampua, kinerja aset perbankan syariah Sulsel secara year to date pada tahun ini terkontraksi 2,85 persen, demikian pula penghimpunan dana yang terkoreksi 3,24 % sedangkan penyaluran pembiayaan masih bergerak moderat 5,01 % .

Menurut Ilo, sapaan karib Ahmad S. Ilham, naiknya BBM juga akan mengubah daya bayar debitur yang selama ini menarik pembiayaan dari industri perbankan syariah.

"Hal tersebut, juga mempengaruhi penyaluran pembiayaan dari bank syariah. Tidak hanya itu, kami juga tidak bisa melakukan penetrasi signifikan menghadapi kondisi tersebut, bahkan justru akan menerapkan credit risk management. Penaikan BBM sangat mempengaruhi ini semua," ujar Ilo.

Kendati demikian, dia meyakini pemerintah sudah menyiapkan serangkaian stimulus maupun langkah strategis lainnya sebagai bentuk kompensasi dengan adanya penaikan harga BBM non subsidi. "Semoga saja, itu bisa meredam dampak keekonomian secara luas dari penaikan BBM, termasuk dampaknya terhadap industri perbankan syariah. Terutama bagi masyarakat luas yang merasakan dampak paling kentara dari kebijakan tersebut," harapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved