Kementan

CSR Dari BUMN Perlu Diperkuat dan Gerakkan Sektor Pertanian Guna Ciptakan Lapangan Kerja Besar

Hendri Saparini menjelaskan pentingnya pengalokasian dana corporate social responsibility atau CSR yang menghadirkan lapangan kerja paling besar.

Editor: Content Writer
DOK KEMENTAN
Foto bersama pada acara 1000 Ekonom, Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia. 

EKONOM Senior dari Center of Reform on Economics (Core Indonesia), Hendri Saparini menjelaskan pentingnya pengalokasian dana corporate social responsibility atau CSR yang menghadirkan lapangan kerja paling besar, sektor pertanian dan perkebunan.

Saparini menyebutkan bahwa CSR dari BUMN atau swasta perlu difokuskan untuk menggerakkan sektor-sektor yang bisa menciptakan lapangan kerja besar.

“Tidak hanya untuk menyuplai industri dalam negeri tapi juga untuk kebijakan ekspor. Misalnya sektor perkebunan," ujar Saparini

Saparini mengatakan bahwa pertanian punya peran penting guna ciptakan peluang usaha dan ekspor.

“Yang penting sektor ini harus mendapat dukungan teknologi agar setiap produksi yang dilakukan dapat tercapai secara terukur,” kata Saparini.

Ia juga menambahkan kalau hal tersebut dilakukan maka permintaan untuk minyak aroma terapi di global itu termasuk hal yang baik.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat menghadiri 1000 Ekonom, Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat menghadiri 1000 Ekonom, Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia. (DOK KEMENTAN)

“Kita tidak bisa memenuhi minyak cengkeh atau minyak kayu putih tapi kalau ini dilakukan dengan teknologi hasilnya bisa luar biasa,” tambah Saparini.

Makadari itu penting diadakan kebijakan terintegrasi dan komprehensif saat pihaknya sudah menentukan sektor mana yang akan didorong terlebih dahulu.

Baca juga: Astra Siapkan Hadiah Menarik di Lomba Foto dan Anugerah Pewarta, Simak Syarat dan Ketentuannya!

Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bustanul Arifin menjelaskan hal yang paling penting untuk dilakukan saat ini.

“Membangun kebersamaan dalam memprodukai lebih banyak pangan local,” jelas Bustanul.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved