OJK Sebut Perekonomian Indonesia Membaik, Perbankan, Fintech, dan Pasar Modal Meningkat

Di tengah berbagai tekanan yang dihadapi perekonomian global saat ini, pertumbuhan kredit diproyeksikan akan terus meningkat tahun 2022

Editor: Ina Maharani
handover
Dalam rangka menyampaikan perkembangan asesmen Sektor Jasa Keuangan dan kebijakan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Agustus 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Konferensi Pers RDKB. Konfrensi pers tersebut digelar secara virtual Senin (5/9) melalui zoom. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, 

Makassar, Tribun - Dalam rangka menyampaikan perkembangan asesmen Sektor Jasa Keuangan dan kebijakan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Agustus 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Konferensi Pers RDKB.

Konfrensi pers tersebut digelar secara virtual Senin (5/9) melalui zoom.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae

Dalam kesempatan tersebut disampaikan Otoritas Jasa Keuangan menilai stabilitas sistem keuangan terjaga dan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan melanjutkan perbaikan, yang berkontribusi terhadap berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional di tengah pelemahan ekonomi global yang disertai inflasi tinggi akibat peningkatan pertentangan geopolitik yang berkepanjangan.

Perekonomian Indonesia menunjukkan berlanjutnya proses pemulihan. PDB Indonesia pada TwII-2022 tumbuh di atas ekspektasi pada level 5,44 persen yoy (Tw1-2022: 5,01 % yoy) didorong oleh peningkatan pertumbuhan konsumsi dan ekspor. Berdasarkan pertumbuhan PDRB per provinsi, telah terdapat 18 provinsi dengan laju PDRB yang lebih tinggi dibandingkan pra pandemi (TwIV-2019), sementara 12 provinsi diantaranya tumbuh lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Juli 2022 juga mulai meningkat ke tingkat 51,3, seiring dengan perbaikan mobilitas dan peningkatan permintaan domestik. Sementara itu, sektor eksternal juga masih mencatatkan kinerja positif yang ditunjukkan oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan. Tekanan inflasi masih terjadi di bulan Agustus 2022 sebesar 4,69 % yoy yang lebih rendah dari bulan sebelumnya (Jul-22: 4,94 % yoy), namun inflasi inti naik menjadi 3,04 % yoy (Jul-22: 2,86 % yoy).

Perkembangan Pasar Modal

Sejalan dengan perkembangan positif kondisi domestik tersebut, pasar saham Indonesia terpantau menguat. Hingga 31 Agustus 2022, IHSG tercatat menguat sebesar 3,27 % mtd ke level 7.178,59 dengan nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp 7,52 triliun.

Selanjutnya di pasar SBN, nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp 10,5 triliun sehingga mendorong rerata yield SBN turun 15,90 bps mtd pada seluruh tenor. Penghimpunan dana di pasar modal hingga 31 Agustus 2022 tercatat sebesar Rp168,75 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 48 emiten.

Dari sisi kinerja emiten, secara umum juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dari 481 emiten listing saham yang telah menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2022, sebanyak 332 emiten (69,03 % ) menunjukkan peningkatan kinerja dengan pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 20,69 % yoy dan peningkatan laba sebesar 50,49 % .


Kinerja Perbankan

Seiring dengan positifnya kinerja perekonomian, fungsi intermediasi perbankan pada Juli 2022 tercatat meningkat, dengan kredit tumbuh sebesar 10,71 % yoy didorong peningkatan kredit jenis modal kerja dengan kategori debitur korporasi. Namun demikian, secara nominal kredit perbankan sedikit menurun sebesar Rp17,54 triliun menjadi Rp6.159,33 triliun.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juli 2022 tumbuh sebesar 8,59 % yoy, melambat dibandingkan bulan sebelumnya 9,13 % yoy, utamanya didorong perlambatan giro sejalan dengan normalisasi kebijakan moneter Bank Indonesia.

Selain itu, likuiditas industri perbankan pada Juli 2022 masih berada pada level yang memadai. Hal tersebut terlihat dari rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit dan Alat Likuid/DPK masing-masing sebesar 124,45

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved