Kisah Pak Rippon di Sangalla Toraja, Jadi Pemahat Batu Sejak Kecil

Pak Rippon merupakan warga Kalimbuang, Tana Toraja yang kesehariannya bekerja sebagai pemahat batu.

TRIBUN-TIMUR.COM/KRISTIANI TANDI RANI
Pak Rippon, warga Kalimbuang, Sanggalla, Kabupaten Tana Toraja saat memahat batu, Senin (5/9/2022). Batu-batu yang ia pahat ia jual dengan harga bervariasi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, TORAJA - Masyarakat sekitar Kalimbuang, Kecamatan Sangalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan nampak berjejer memahat batu di pinggir jalan poros Sanggalla.

Batu-batu yang mereka pahat akan dijadikan beragam alat kebutuhan. Seperti alat pengasah pisau dan pondasi rumah.

"Ini nanti untuk mengasah pisau dan yang putih besar itu untuk pondasi rumah," kata Pak Rippon yang ditemui Tribun-Timur.com, Senin (5/9/2022).

Pak Rippon merupakan warga Kalimbuang yang kesehariannya bekerja sebagai pemahat batu.

Dalam sehari ia hanya bisa memahat satu hingga dua batu.

"Satu hari satu batu yang bisa dipahat, kadang dua," ucapnya. 

Batu-batu yang ia pahat dijual dengan harga yang bervariasi. Mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu.

"Satu batu itu ada harganya bervariasi, ada yang Rp 300 ribu dan Rp 250 ribu. Berdasarkan besar kecilnya batu," ujar bapak satu anak ini.

Dalam sehari Pak Rippon bisa menjual satu hingga dua batu. "Sehari biasa terjual satu atau dua batu," ujarnya.

Aktivitasnya memahat sudah dia lakukan sejak kecil. Dan menjadi sumber penghasilannya sampai sekarang.

"Dari kecil sudah ikut mahat batu dengan orangtua, jadi sudah jadi rutinitas. Udah nggak ada juga yang bisa dikerja selain ini," jelasnya sembari memahat batu.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Kristiani Tandi Rani

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved