Demo Kenaikan BBM

Jokowi Minta Masyarakat Sabar Hadapi Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa IMM Unismuh Makassar: Lawan

Unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus berlangsung di berbagai titik di Kota Makassar.

Tribun Makassar/Sayyid Zulfadli
Seorang mahasiswi IMM Unismuh melakukan orasi di depan kampus Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin (5/9/2022). Mahasiswa IMM Unismuh Makassar menyatakan menolak kenaikan harga BBM 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR,COM  - Unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus berlangsung di berbagai titik di Kota Makassar.

Salah satu titik aksi unjuk rasa mahasiswa adalah di Jl Sultan Alauddin, tepatnya di depan kampus Unismuh, Makassar, Senin (5/9/2022) siang.

Ratusan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan aliansi mahasiswa Unismuh 1 memblokade jalan Sultan Alauddin.

Mereka membakar ban dan membentangkan spanduk penolakan kenaikan harga BBM.

Orator baik laki-laki maupu perempuan bergantian berorasi menggunakan toa.

Seperti Sekertaris Bidang Hikmah (Hukum kebijakan dan kemahasiswaan) Pikom IMM Fisip Unismu Makassar, Nur Ismi Roni.

Perempuan dua puluh satu tahun ini, menyuarakan dengan lantang penolakan kenaikan harga BBM.

Dengan pengeras suara, ia mengatakan pidato Presiden Jokowi yang viral mengatakan ''Sabar".

"Presiden Jokowi pernah berkata dalam pidatonya sabar. Tetapi karena kita manusia memiliki batasan dalam bersabar maka hanya satu kata lawan," teriak Nur Ismi.

"Hidup mahasiswa, tidak ada kata berhenti dalam kata perjuangan. Hidup rakyat Indonesia," katanya.

Menurutnya, tidak ada kata menyerah dalam melawan kebenaran. Begitupula dengan melawan kemungkaran.

Karena mahasiswa IMM tidak ada kata segala bentuk kemungkaran, kesewenang-wenangan dan ketidak adilan adalah musuh besar.

"Maka wajib bagi kita untuk melawan, sudah banyak kezoliman dilakukan pemerintah. Kita sudah muak preming pemerintah ," katanya

Kenaikan BBM kata dia, diklaim pemerintah untuk meningkatkan perekonomian.  

"Akan tetapi apa yang akan ditingkatkan, kenaikan BBM hanya mencekal, mencekik, perekonomian Indonesia," tegasnya.

Pemberian subsidi terhadap pemerintah atau bantuan langsung tunai, hanya untuk mendiamkan masyarakat agar tidak melawan.

"Hari ini kami tidak tinggal diam melihat kenaikan harga BBM," ucapnya.

Dia menilai, kenaikan harga BBM subsidi hanya alibi untuk menstabilkan perekonomian.

"Untuk mengembalikan saya rasa tidak dengan menaikkan BBM, tetapi mestinya menambah peluang kerja bagi masyarakat," katanya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved