Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Kurir Makanan di Pinrang Naik dari Rp5 Ribu Jadi Rp7 Ribu

Kemudian solar subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter dan Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter 

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Saldy Irawan
Tribunnews.com
Ilustrasi BBM Subsidi. Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kurir makanan dan barang di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menaikkan harga tarif ongkirnya. 

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kurir makanan dan barang di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menaikkan harga tarif ongkirnya. 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang mengumumkan langsung kenaikan harga BBM bersama Presiden Jokowi, Sabtu (3/9/2022) siang.

BBM jenis Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter.

Kemudian solar subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter dan Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter 

Salah satu kurir di Pinrang, Mirza Agung mengatakan sebelum kenaikan harga BBM, ia hanya mematok tarif ongkir Rp5 ribu untuk daerah kota. 

"Tapi, karena BBM naik, jadi terpaksa kami juga naikkan tarif ongkir menjadi Rp7 ribu. Ada kenaikan Rp2 ribu," katanya usai mengisi BBM di SPBU Maccorawalie, Minggu (4/9/2022). 

Ia mengatakan, setiap harinya mengisi BBM jenis pertalite. 

"Saya setiap hari isi bensin. Sebelumnya itu Rp25 ribu sudah full tangki. Ini pas naik BBM, saya bayar kurang lebih Rp35 ribu full tangki," tuturnya. 

Imbas dari kenaikan tarif ongkir ini, Mirza mengaku mendapat komplain dari pelanggannya. 

"Pelanggan mengeluh karena tarif yang saya berikan katanya mahal. Padahal saya juga menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM," tuturnya. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved