Inisial Anggota DPRD Sulsel Jadi Tersangka Karena Bangun Vila di Kawasan Hutan Lindung Pongtorra

penetapan tersangka Anggota DPRD Sulsel tersebut setelah Polda Sulsel mendapat laporan dari Walhi Sulsel

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN TIMUR/ SANOVRA JR
ILUSTRASI- Drone Tribun Timur di Objek Wisata Pongtorra Puncak Tertinggi Lolai, Kecamatan Kapalapitu, Toraja Utara, Sulsel. Anggota DPRD Sulsel ditetapkan tersangka karena membangun vila didalam kawasan hutan lindung tersebut. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel telah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus pembangunan vila di kawasan hutan lindung di Kabupaten Toraja Utara.

Salah satu Anggota DPRD Sulsel berinisial JS diketahui masuk dalam jajaran nama tersangka.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana pun membenarkan hal tersebut.

Saat ditemui di sela-sela agenda pres release Mapolda Sulsel, Komang mengatakan, salah satu legislator DPRD Sulsel sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Namun, ia menambahkan, Polda Sulsel sampai sekarang masih mengumpulkan bahan bukti kuat lainnya.

"Ditetapkan tersangka sudah. Tetapi untuk menetapkan tersangka lebih kuat akan mencari bukti yang lebih kuat lagi," katanya usai pres release Operasi Sikat Lipu 2022 di Mapolda Sulsel, Kamis (1/9/2022).

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf menambahkan, pihaknya melakukan pengecekan wilayah yang diduga masuk kawasan hutan lindung Pongtorra, Kabupaten Toraja Utara, sesuai dengan laporan Walhi Sulsel.

"Saya kemarin cek ke Toraja Utara. Saya harus bisa memastikan bahwa yang dibilang kawasan hutan lindung itu betul kawasan atau ada perubahan berdasarkan perubahan tata ruang. Karena kalau saya lihat di sana itu ada rumah bukan cuma satu," katanya.

Pasca meninjau lokasi tersebut, Helmi menemukan ada sejumlah bangunan fisik yang sudah terbangun.

Sehingga dirinya akan berkoordinasi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memastikan lokasi tersebut apakah termasuk dalam hutan lindung atau bukan.

"Itu sementara proses pengumpulan alat bukti. Kita rencanakan untuk melakukan dengan teman-teman dinas terkait kementrian kehutanan sana untuk memastikan tentang tata batas yang kemudian menjadi petunjuk lapangan bahwa itu kawasan atau non kawasan," ujarnya.

Helmi menambahkan, laporan dari Walhi Sulsel sudah masuk ke dalam proses penyidikan.

Sampai saat ini, kata Helmi, pihaknya telah memeriksa 12 orang saksi.

"Tersangka dalam konteks orang orang yang kemudian diduga awal berada dalam kawasan itu sudah ada. Tetapi saya sampaikan kepada teman penyidik kita harus lebih memastikan tata batasnya dulu," tutupnya.

Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved