Bibit Bawang Merah

Bibit Bawang Merah dari Pemprov Sulsel Rusak, Ini Kata Kadis Pertanian Barru

Dinas Pertanian Barru terkesan memberikan penilaian jika bibit bawang itu telah diterima oleh kelompok tani dan petani dalam keadaan baik

Penulis: Darullah | Editor: Muh. Irham
DARULLAH / TRIBUN TIMUR
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Pemkab Barru, Ahmad T. Mengenai bibit bawang merah bantuan Pemprov Sulsel yang diterima kelompok tani, mengalami kerusakan, Ahmad mengatakan, kemungkinan terjadi karena kesalahan penyimpanan 

BARRU, TRIBUN-TIMUR.COM  - Dinas Pertanian Pemkab Barru tidak ingin menyalahkan siapa-siapa atas atas persoalan bibit bawang merah yang ditemukan dalam kondisi rusak. 

Tetapi pihak Dinas Pertanian Barru terkesan memberikan penilaian jika bibit bawang itu telah diterima oleh kelompok tani dan petani dalam waktu sudah lebih dari 20 hari.

Kepala Dinas Pertanian Barru, Ahmad mengklaim bahwa bantuan bibit bawang merah yang merupakan program pusat melalui Pemprov Sulsel ini dalam kondisi baik ketika diterima oleh kelompok tani dan para petani.

"Karena saat itu juga tidak ada pihak yang komplain," ungkapnya, Kamis (1/9/2022).

"Apalagi waktu penerimaan bibit tersebut ada bukti penerimaan yang ditandatangani dalam bentuk berita acara," kata Ahmad.

Penyerahan dan penerimaan bibit bawang merah tersebut, lanjut Ahmad, yaitu tertanggal 13 Agustus 2022 dan sekarang baru ada laporan jika bibit tanaman bawang merah itu rusak. 

Ahmad menyatakan belum mengetahui pasti berapa lama bibit itu sampai ke tangan petani dari pihak kelompok tani.

Ahmad memperkirakan tempat penyimpanan awal dari bibit ini yang tidak memenuhi standar penyimpanan jenis bibit bawang. 

Apalagi bibit bawang merah itu membutuhkan perhatian ekstra. 

"Artinya ada prilaku spesial yang harus dilakukan kepada bibit bawang. Tentu sangat berbeda dengan bibit lainnya seperti bibit padi," tandasnya.

"Bibit bawang itu lebih manja, dan satu bibit saja kena basah bisa berpotensi membasahi bibit lainnya. Hingga terjadi penyebaran kerusakan bibit," jelasnya.

"Meskipun harus diketahui bahwa bibit bawang merah saat disimpan butuh tingkat kelembaban tertentu," terangnya.

Mantan Sekretaris BKSPDM ini mengaku pihaknya telah menghubungi pihak penyedia, penyuluh, dan pendamping, untuk membahas masalah bantuan bibit bawang merah yang rusak tersebut.

"Sebenarnya pihak penyedia bibit bersiap mengganti jika memang bibit rusak itu terjadi sebelum diterima pihak kelompok tani," pungkasnya. 

"Tetapi bibit ini saat diterima dalam kondisi baik dan dibuktikan dengan penandatanganan berita acara saat penerimaan bibit," tutupnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved