Krisis Air Bersih

Tiga Kecamatan di Maros Krisis Air Bersih, Begini Respon BPBD

"Bagi yang ada uang mereka biasanya beli, disini ada pemasok air harga perjerigennya itu 1000 sampai 2000 rupiah, sedangkan perdrumnya 8000 rupiah, in

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muslimin Emba
TRIBUN-TIMUR
Penyaluran air bersih ke wilayah yang dilanda kekeringan di Maros. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sejumlah wilayah di Kabupaten Maros kesulitan mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau.

Warga terpaksa menggunakan air dari sumur tadah hujan yang sudah berwarna keruh dan mengeluarkan bau.

Tidak hanya itu, warga juga harus berjalan kaki beberapa kilometer menyusuri pematang sawah untuk mendaptkan kebutuhan air sehari-hari.

Seperti diungakpkan  warga Kecamatan Bontoa, Abdul Salam.

Ia mengatakan, sebagian masyarakat bahkan harus membeli air dari pedagang keliling.

Untuk harga air bersih yang ditawarkan oleh pengusaha pemasok air bervariasi, mulai dari Rp. 2000 perjirigen, dan Rp. 8000 perdrum. 

"Bagi yang ada uang mereka biasanya beli, disini ada pemasok air harga perjerigennya itu 1000 sampai 2000 rupiah, sedangkan perdrumnya 8000 rupiah, ini hanya bertahan sampai malam saja, " kata Abdul Salam.

Sementara itu, Kepala BPBD Maros, Fadly mengatakan akan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.

Saat ini, kata dia, sedang dilakukan pendataan terkait wilayah mana saja yang akan diberikan bantuan.

"Kita sementara pendataan ini untuk penyaluran air bersih pada daerah yang kekeringan," ucap Fadly.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved