Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Paparkan Strategi Percepat Penurunan Stunting

Selain Tim Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Sulsel juga membentuk tim pendamping keluarga terdiri dari bidan, kader TP PKK dan kader KB

Penulis: Siti Aminah | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN TIMUR/ Muhammad Abdiwan
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Andi Ritamariani memaparkan perkembangan pelaksanaan percepatan penurunan stunting dalam acara rekonsiliasi stunting bersama Mitra Pembangunan dan Organisasi Masyarakat Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022, Rabu (31/8/2022) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani memaparkan perkembangan pelaksanaan percepatan penurunan stunting.

Pertama, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) telah terbentuk ditingkat provinsi, 24 kabupaten kota 311 kecamatan dan 3049 Desa kelurahan.

Andi Rita menjelaskan, TPPS adalah organisasi percepatan penurunan stunting yang bertugas mengoordinasikan, bersinergi dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.

BKKBN juga sudah membentuk satuan tugas percepatan penurunan stunting.

Kata Rita, Satgas Stunting telah terbentuk dan melaksanakan tugas baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Terdiri dari 20 orang, mereka melaksanakan fungsi konsultasi, fasilitasi koordinasi dan penguatan menyediakan satu data stunting kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota hingga ke tingkat layanan," jelasnya.

Selanjutnya juga telah terbentuk tim pendamping keluarga.

Terdiri dari bidan, kader TP PKK dan kader KB.

Tim pendamping keluarga telah terbentuk di 24 kabupaten/kota sebanyak 6682 tim atau sebanyak 20.048 orang.

Mereka bertugas melaksanakan pendampingan meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial kepada calon pengantin atau calon pasangan usia subur.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved