OPINI

Ironi Pengaderan Mahasiswa: Wahai Kanda, Bukalah Matamu!

Mahasiswa baru dipaksa seenaknya untuk ikut pengaderan tanpa ada penjelasan yang baik terlebih dahulu, lebih banyak bentakan dan teriakan.

Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR
Logo Tribun Timur 

Nurhaliza Amir
Koordinator Divisi Humas FLP Ranting Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Lagi-lagi pengaderan mahasiswa kembali menelan korban. Seiring kemajuan zaman di tahun 2022 bersama derasnya arus digitalisasi, namun masih saja ada perbuatan yang ‘primitif’.

Beberapa kampus sudah melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan juga memulai perkuliahan tahun ajaran baru.

Mahasiswa baru atau akrab disebut maba adalah makhluk yang paling mudah didoktrin. Ini menjadi lahan subur bagi para senior untuk mempengaruhi mereka.

Mereka takut diancam, takut tidak punya teman. Tidak ikut pengaderan dianggap bukan menjadi bagian dari keluarga.

Dipandang sebagai generasi lembek, mental kerupuk yang mudah patah.

Sistematika pengaderan berbeda-beda di tiap tempat, baik di tingkat himpunan jurusan, departemen, fakultas, atau kampus.

Kebijakannya ada yang bersifat wajib, ada juga yang tidak. Ada yang biasa saja, ada juga yang kasar.

Ada lembaga kemahasiswaan yang turut andil bertanggungjawab, ada juga yang tidak ingin campur tangan.

Kakak-kakak itu bermaksud ingin menyambut adik-adik angkatannya, namun tidak selalu ada kehangatan di sana.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved