Bencana Alam

Dua Bulan Hujan Deras, Desa Betao Riase Kecamatan Pitu Riawa Sidrap Dilanda Banjir

banjir melanda Desa Betao Riase Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Selasa (30/8/2022). Banjir tersebut menyebabkan sawah dan ladang petani rusak

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Muh. Irham
ist
Suasana banjir di Desa Betao Riase, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan Selasa (30/8/2022) sore. Banjir terjadi setelah desa tersebut dilanda hujan deras hampir dua bulan terakhir 

SIDRAP, TRIBUN-TIMUR.COM - Desa Betao Riase, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan dilanda banjir, Selasa (30/8/2022) sore. 

Kepala Desa Betao Sidrap, Suardi Laupe  mengatakan banjir ini disebabkan curah hujan tinggi. 

"Kurang lebih dua bulan hujan mengguyur Desa Betao Riase. Selama sepekan ini, hujannya sangat deras hingga mengakibatkan sungai besar Betao Riase meluap," katanya, Rabu (31/8/2022). 

Dikatakan, banjir terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.00 Wita. 

"Banjir mengakibatkan beberapa titik jalan poros terendam air. Area pertanian dan perkebunan warga juga banjir," tuturnya. 

Dia menuturkan, lokasi persawahan yang terdampak banjir yakni di Dusun I, Dusun I, Dusun II, Dusun III, Dusun V. 

"Hampir seluruh persawahan terdampak banjir. Namun, yang terparah di Dusun I Betao. Yakni lokasi jembatan Salo Labaje. Area sawah dan perkebunan jagung tenggelam serta jalan poros mengalami kerusakan," bebernya. 

Suardi mengatakan kerusakan lain juga terjadi di jalan poros Dusun III. 

"Belum lama ini, lokasi tersebut juga rusak akibat banjir pertama bulan Juli lalu. Banjir pertama tersebut mengakibatkan 3 ekor sapi terseret luapan air sungai. Satu ekor ternak sapi warga tidak bisa tertolong dan beberapa mesin pompa air juga ikut terseret banjir,"paparnya.

Masih di Dusun III Padang Lampe, lanjut Suardi, akibat banjir ini rumah warga atas nama H Samaing terancam longsor. 

"Karena jarak rumah yang amblas akibat terjangan air deras berkisar kurang lebih satu meter lagi dari belakang rumah," terangnya. 

Lebih lanjut, Suardi menyampaikan perkembangan terkini di desa tersebut. 

"Banjir bandang telah surut hingga tadi malam sampai pagi tadi. Karena kemarin sore hingga malam masih dalam kondisi tingkat waspada dan hari ini sedang berlangsung proses investigasi dan identifikasi area pertanian dan persawahan yang terdampak banjir tersebut,"jelasnya.

Akibat banjir tersebut, Suardi memastikan petani mengalami kerugian yang cukup besar. 

"Sudah dipastikan petani mengalami kerugian  yang cukup besar dan terancam gagal panen," imbuhnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved