Penimbunan BBM
Ungkap Penimbunan BBM Subsidi, Polres Palopo Sita 1,1 Ton Solar
"Barang bukti yang kami amankan ada empat unit mobil Isuzu Panter, 36 jerigen berkapasitas 35 liter berisikan solar, empat jerigen kosong,"
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Muslimin Emba
TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Polres Palopo menangkap satu orang terduga pelaku penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi.
Pelaku seorang perempuan berinisial NH (49).
Ia diamankan di kawasan Pantai Labombo, Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (28/8/2022).
Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan empat unit mobil jenis Isuzu Panter, sopir, dan puluhan jerigen berisi solar.
Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Akhmad Risal, mengatakan, 40 jerigen diamankan, 36 diantaranya berisi solar.
"Barang bukti yang kami amankan ada empat unit mobil Isuzu Panter, 36 jerigen berkapasitas 35 liter berisikan solar, empat jerigen kosong," kata Iptu Akhmad Risal, Selasa (30/8/2022).
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang didapat Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Palopo dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Salekoe, Aiptu Abdu Liso
Soal adanya penyalahgunaan bahan bakar jenis solar.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.
Setelah dilakukan penangkapan, pelaku dan barang bukti solar bersubsidi 1,1 ton dibawa ke Mapolres Palopo.
Akhmad Risal mengatakan, dalam melakukan aksinya, pelaku membeli BBM jenis solar di sejumlah SPBU menggunakan mobil Isuzu Panter.
"Modusnya pelaku membeli BBM solar subsidi dari SPBU yang ada di Palopo, kemudian membawanya ke tempat penampungan di Pantai Labombo untuk dijual lagi," ungkapnya.
Penimbunan solar itu, pun disinyalir penyebab suliutnya mendapatkan BBM subsudi seperti dikeluhkan sejumlah warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Kesulitan warga mendapatkan BBM tercermin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa bulan terakhir.
Setiap harinya, antrian panjang kendaraan terjadi di semua SPBU.
Bahkan tidak jarang, SPBU kehabisan stok BBM jenis Solar dan Pertalite.
Pemandangan seperti itu baru beberapa bulan belakangan terjadi.
"Sebelumnya jika kita mau membeli BBM di SPBU lancar-lancar ji, tidak banyak kendaraan. Tapi sekarang di semua SPBU sudah antri dan antrinya panjang, sering juga BBM habis," kata salah satu warga di Jalan Andi Djemma, Palopo, Jumat (12/8/2022).
Ia menduga, hal ini terjadi karena maraknya palansir BBM.
Atau orang yang memodifikasi tangki kendaraan agar dapat memuat BBM banyak untuk dijual kembali.
Tidak sampai di situ, kelangkaan BBM juga diduga karena ulah oknum yang menimbun BBM subsidi.
BBM itu kemudian dijual kembali dengan harga mahal di perusahaan.
"Kelakuan palansir sebenarnya sudah menjadi rahasia umum, tapi herannya saya kenapa pihak penegak hukum tidak dapat menindak," kata dia.
Kelakuan para pelaku kejahatan BBM sangat merugikan warga.
"Ini tentunya merugikan kita semua sebagai konsumen, di mana-mana kita antri di SPBU, capek juga kita setiap isi BBM harus antri panjang," keluhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gmbb.jpg)