Wacana Kenaikan Harga BBM

Politisi PKS Muzayyin Arif Tolak Harga BBM Naik: Rakyat Makin Tercekik

Politisi Partai Keadilan Sejahtera Muzayyin Arif menilai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM akan menambah beban rakyat setelah dua tahun pandemi

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Ari Maryadi
Tribun-Timur.com/Wahyudin Tamrin
Wakil Ketua DPRD Sulsel Muzayyin Arif berdialog dengan mahasiswa demonstran penolakan wacana presiden tiga periode di halaman Gedung DPRD Sulsel 11 April 2022 lalu. Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menyatakan penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Wakil Ketua DPRD Sulsel Muzayyin Arif menyatakan penolakan terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi akan menambah beban rakyat.

Ia mengingatkan ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih setelah dihantam pandemi Covid-19 dalam dua tahun ini.

"Kami tegas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, kebijakan ini hanya menambah beban rakyat yang sedang susah akibat dampak pandemi. Rakyat makin tercekik," kata Muzayyin Arif kepada wartawan Selasa (30/8/2022).

Politisi berlatar santri itu mempertanyakan dasar pemerintah ingin menaikkan harga BBM.

Muzayyin Arif menilai, harga minyak dunia justri sedang turun.

"Dasarnya apa, harga minyak dunia turun kok pemerintah malah menaikkan harga BBM," kata Muzayyin Arif.

Muzayyin Arif menilai, kebijakan menaikkan harga BBM akan kian menambah beban masyarakat.

"Miris. Mungkin itulah kata yang paling pantas untuk menggambarkan sikap Pemerintah yang berencana menaikkan harga BBM bersubsidi," kata Muzayyin Arif.

Muzayyin Arif menilai, rencana menaikkan harga BBM menimbulkan kekhawatiran dari banyak pihak, akibat berpotensi menimbulkan efek domino yang berbahaya bagi rakyat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved