OPINI

Mewaspadai Kenaikan BBM Bersubsidi terhadap Inflasi

Saat opsi kenaikan harga BBM diambil, kenaikan bertahap perlu dilakukan sembari mendorong perbaikan penggunaan energi bersubsidi yang tepat sasaran.

Editor: Hasriyani Latif
Dok Pribadi
Statistisi Ahli pada Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan Arya Yahya. 

Arya Yahya, S.ST, M.Ec.Dev

Statistisi Ahli pada Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan

TRIBUN-TIMUR.COM - Kenaikan harga berbagai komoditas telah menjadi isu sentral di berbagai belahan dunia.

Paling tidak sepanjang semester pertama di tahun 2022, negara-negara terus dihadapkan pada problem pelik terkait inflasi global yang cenderung tak terkendali, membawa imbas ke berbagai isu-isu lain, termasuk politik, kriminalitas, dan kerawanan sosial lainnya.

Krisis energi, krisis pangan, perang dan ketegangan geopolitik, perubahan iklim, dan rusaknya rantai pasokan telah mendorong kenaikan harga.

Delegasi dunia tingkat menteri dalam pertemuan G-20 di Bali baru-baru ini juga menempatkan persoalan inflasi dan dampak turunannya menjadi topik utama yang diperbincangkan.

Beberapa respons yang dihasilkan atas isu global diharapkan dapat mengatasi peliknya masalahnya ekonomi dunia saat ini, utamanya persoalan harga barang yang pengaruhnya telah berdampak secara luas.

Inflasi global memang telah merambah banyak negara, tak terkecuali negara-negara maju.

Kenaikan inflasi global telah mendorong bank dunia menjalankan kebijakan moneter kontraktif dengan mengerek suku bunga ke tingkat yang lebih tinggi.

Negara AS misalnya telah mengangkat suku bunga Fed Fund Rate (FFR) ke angka 2,25 persen-2,5 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved