Curhatan Pabentor di Gowa Tolak Kenaikan Harga BBM: Kita Sudah Susah Tambah Sessa Jeki

tukang bentor di Gowa mengaku hanya berpenghasilan 50 ribu perhari, belum harus menyetor ke pemilik bentor 20 ribu.

TribunGowa.com/Sayyid Zulfadli
Dg Nusu dan Daeng Limpo saat menunggu penumpang di Sungguminasa Gowa Sulsel, Selasa (30/8/22) sore. Kedua tukang bentor ini menolak kenaikan harga BBM 

TRIBUN-GOWA.COM - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite terus menuai penolakan di berbagai kalangan.

Dalam waktu dekat, pemerintah dikabarkan akan menaikkan harga BBm jenis Pertalite.

Kenaikannya dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter.

Dampak kenaikan itu tentu bakal dirasakan warga dikalangan menengah kebawah

Terkhususnya bagi tukang bentor atau pabentor di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel).

Daeng Nusu (70) mengaku menolak kenaikan harga Pertalite.

Menurutnya, kenaikan harga BBM sangat berdampak pada penghasilannya.

Pasalnya, jika BBM naik semua harga bahan pokok juga naik termasuk biaya transportasi.

Dia mengaku sudah lebih 10 tahun bekerja sebagai tukang bentor di Gowa.

Pengasilannya pun tidak menentu. Kadang Rp 50 ribu per hari bahkan di bawah 50 ribu per harinya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved