Breaking News:

Ketua Komisi I DPRD Maros Tolak Kenaikan Pertalite, Sebut Bisa Picu Inflasi di Tengah Masyarakat

Berdasarkan pemaparan Menteri Keuangan Sri Mulyani, anggaran subsidi energi dan kompensasi yang sebesar Rp502 triliun.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Maros Fraksi Nasdem, Abidin Said 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Pemerintah dikabarkan akan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite.

Berdasarkan pemaparan Menteri Keuangan Sri Mulyani, anggaran subsidi energi dan kompensasi yang sebesar Rp 502 triliun.

Menghitung asumsi Indonesian Crude Price (ICP) US$ 100 per barel, nilai tukar Rp 14.450 per dollar Amerika Serikat (AS), maka harga keekonomian BBM jenis Pertalite Rp 14.450 per liter. 

Dengan harga jual Pertalite yang saat ini masih Rp 7.650 per liter, maka pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 6.800 per liter.

"Pemerintah nombok Rp 6.800 per liter ke PT Pertamina. Itu yang di sebut subsidi dan kompensasi," katany saat Konferensi Pers di Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2022.

Sri Mulyani menyebut, pemerintah harus menambah subsidi Rp 198 triliun jika harga BBM tidak naik tahun ini. 

Alhasil total anggaran subsidi BBM tahun ini bisa tembus Rp 700 triliun

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Maros Fraksi Nasdem, Abidin Said turut membuka suara.

Abidin secara tegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite.

Abidin mengatakan, ada beberapa alasan yang mendasari penolakan tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved