HNSI Bungkam Soal Pengerusakan Rumpon, Nelayan Harap Bupati Bulukumba Turun Tangan

Pasalnya rumpon yang mereka dirikan secara pribadi di rusak oleh pekerja proyek kabel bawah laut. 

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
kolaso foto: Sekjen Lidik Pro Muhammad Darwis K (kanan), bersama Ketua HNSI Bulukumba Rudi Wachyudin 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kasus pengerusakan Rumpon milik sejumlah nelayan di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), merugikan nelayan. 

Pasalnya rumpon yang mereka dirikan secara pribadi di rusak oleh pekerja proyek kabel bawah laut. 

Salah satunya disampaikan oleh Akbar, Minggu (28/8/2022). 

Menurut dia, sudah puluhan rumpon milik nelayan kini sudah dirusak. 

Dua diantaranya rumpon program Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf juga ikut dirusak. 

"Iya pak, rumpon kami dirusak. Kita kesulitan dapat ikan, baru tidak ada ganti ruginya," kata Akbar. 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bulukumba Rudy Wachyudin, memilih bungkam saat dikonfirmasi. 

Itu membuat Sekjen Lidik Pro Bulukumba, Muhammad Darwis K, yang mendampingi para nelayan, geram.

Pasalnya, Rudy yang seharusnya berdiri terdepan membela nelayan justru hanya acuh. 

"Begitu kalau ketuanya bukan nelayan. Dia tidak tahu bagaimana perasaannya nelayan, harusnya dia dalam hal ini HNSI jangan tinggal diam dong," sesal Darwis. 

Bukan kali ini HNSI bungkam, lanjut Darwis. 

Sebelumnya, saat terjadi perselisihan antar nelayan Bantaeng di perairan Bulukumba, HNSI juga tidak menampakkan batang hidungnya. 

Padahal di momen seperti inilah HNSI harusnya mengambil perannya. 

"Jadi kami minta ke pak bupati, beliau kan punya program 1000 rumpon. Ini program unggulannya. Masa mau melihat rumpon dirusak," kata Darwis. 

"Saya berharap pak bupati tidak tinggal diam, tolong nelayan pak. Ini persoalan mata pencaharian mereka. Jangan seperti HNSI tidak tahu apa kerjanya," pungkasnya. (TribunBulukumba.com) 

 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved