Tribun Gowa

Sekolah Alam Depok Gelar Pelatihan POP di Gowa

Sekolah Dasar (SD) Alam Insan Kamil yang berlokasi di Jl Dato Paggentungan, Kecamatan Sombaopu

Editor: Imam Wahyudi
Tribun Timur/Noval
Sekolah Alam Depok melaksanakan pelatihan Program Organisasi Penggerak (POP) untuk wilayah Kabupaten Gowa di Aula PKG Korwil Dinas Pendidikan, Jalan Andi Tonro, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Sombaopu, Jumat (26/8/2022) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Noval Kurniawan

TRIBUNGOWA.COM, GOWA - Sekolah Alam Depok melaksanakan pelatihan Program Organisasi Penggerak (POP) untuk wilayah Kabupaten Gowa di Aula PKG Korwil Dinas Pendidikan, Jalan Andi Tonro, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Sombaopu, Jumat (26/8/2022) siang.

Mengangkat tema ‘Siap Bergerak Bersama Memajukan Pendidikan Indonesia’, pelatihan diikuti 20 sekolah di Kabupaten Gowa yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Alam Nusantara.

Sekolah Dasar (SD) Alam Insan Kamil yang berlokasi di Jl Dato Paggentungan, Kecamatan Sombaopu, dipercaya sebagai sekolah penghubung untuk penyelenggaraan pelatihan POP wilayah Kabupaten Gowa.

“Pelatihannya menggunakan konsep Greet Boot Camp (GBC). Di mana untuk GBC tahap satu membahas tentang display kelas dan outdoor. Sedang pelatihan kedua tentang pelatihan kurikulum,” ujar Kepala SD Alam Insan Kamil, Nurlela.

"Dalam konsep GBC, guru diajar untuk merancang kurikulumnya sendiri berdasarkan kebutuhan siswa, berdasarkan keadaan lingkungan sekitar, kemudian diangkat menjadi materi pembelajaran," tambahnya.

Ketua Panitia Pelatihan POP Sekolah Alam Depok, Adri Primaleyli, menjelaskan ada empat pelatihan dalam POP. Tahap pertama, telah dilaksanakan pada bulan November 2021 dengan memfokuskan pada pengelolaan fisik sekolah.

Yakni bagaimana memanfaatkan barang-barang bekas menjadi display yang dapat menjadi asisten bagi guru.

"Dengan melihat itu (display), siswa dapat bermain karena pembelajaran lebih menarik dan bermakna sehingga lebih mudah dicerna," jelasnya.

Sedangkan pelatihan tahap kedua yang diselenggarakan pada akhir Juli 2022 hingga hari ini, adalah  pelatihan perancangan kurikulum yang tepat.

Bertujuan agar guru maupun kepala sekolah dapat memahami masalah di lapangan dan mengetahui solusinya.

"Kami memberikan banyak inspirasi untuk merancang kurikulum sendiri yang berkaitan dengan kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh mas menteri. Sehingga anak-anak dapat memikirkan masalah yang terjadi di sekitarnya dan bagaimana menghadirkan solusi yang tepat," katanya.

Adri menambahkan, jika tujuan akhir dari POP ini adalah sistem pendidikan berkelanjutan. Di mana terdapat tiga aspek yang disentuh, yakni aspek manusia, aspek lingkungan dan aspek perekonomian.

"Nah, untuk mengetahui apakah materi yang kami berikan dalam dua kali pelatihan dipahami oleh guru, biasanya kami adakan konferensi dengan siswa. Meminta anak-anak bercerita tentang perubahan apa yang terjadi di sekolahnya," tambahnya.

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved