Opini Soma Salim S

Opini Soma Salim S: Merdeka Belajar Setelah 77 Tahun Merdeka

Kita semua sepakat bahwa belajar bisa dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun. Lantas kenapa sekolah itu hadir menjadi tempat formal untuk belajar

TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur - Opini Soma Salim S: Merdeka Belajar Setelah 77 Tahun Merdeka 

Opini Soma Salim S: Merdeka Belajar Setelah 77 Tahun Merdeka

Oleh: Soma Salim S
Dosen Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Bosowa

TRIBUN-TIMUR.COM - Higher Degree by Research, School of Education, The University of Queensland, Australia
Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, resmi menghapuskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2020 dan menggantikannya dengan Asesmen Kompetensi Minimum pada tahun 2021.

Di satu sisi, UNBK dianggap dapat memotivasi siswa untuk belajar, memotivasi guru untuk memaksimalkan kemampuan siswa, dan mungkin motivasi-motivasi lainnya.

Di sisi lain, UNBK dianggap momok menakutkan bagi siswa sehingga tidak sedikit siswa yang stres menghadapinya.

Benar, kita semua pernah melalui ujian tersebut. Tapi, apa yang kita dapatkan? Bisa jadi kemampuan menghafal rumus, cara cepat menjawab soal di bawah satu menit, atau mungkin kemampuan menebak pilihan ganda? Lagi pula, apakah “kita” benar-benar menjawab soal-soal ujian tersebut “sendiri”?

Pertanyaan terakhir di atas tidak perlu dijawab karena Mas Menteri telah mengeluarkan kebijakan fenomenal, yaitu Merdeka Belajar.

Baca juga: Opini Anwar Arifin AndiPate: TVRI 60 Tahun

Merdeka Belajar

Kita semua sepakat bahwa belajar bisa dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun. Lantas kenapa sekolah itu hadir menjadi tempat formal untuk belajar?

Pertama, orang tua merasa tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mendidik anaknya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved