Gula Aren

Intip Proses Pembuatan Gula Aren di Pujananting, Barru

Tuak aren murni menjadi bahan utama pembuatan gula aren di Dusun Mattiro Deceng, Desa Pujanting, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulsel.

Penulis: Darullah | Editor: Muh. Irham
Tribun Barru/Darullah
Proses pembuatan gula aren di Desa Pujananting, Kabupaten Barru. Pembuatan gula aren merupakan salah satu sumber penghasilan warga tersebut 

BARRU, TRIBUN-TIMUR.COM – Tuak aren murni menjadi bahan utama pembuatan gula aren di Dusun Mattiro Deceng, Desa Pujanting, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulsel.

Tuak aren tersebut diperoleh dari hasil menyadapan nira aren di hutan belantara yang ada di Kabupaten Barru.

Penyadapan nira tersebut biasanya dilakukan dua kali dalam sehari yang kemudian diolah untuk menjadi gula aren ataupun untuk diminum langsung.

Namun untuk dimasak menjadi gula, pengelola terlebih dahulu merendam nira aren tersebut dengan buli daudaun, bisa juga dengan akar kayu awajo, atau sappesala.

Setelah aren tersebut hendak dimasak, maka buli daudaun yang direndam di tuak aren tersebut, dipisahkan dan dilanjutkan dengan memasak tuak aren murni tersebut menggunakan wajan.

Setelah dalam proses memasak tuak, maka dicampur juga dengan kemiri untuk menambah rasa gurih dan menyedapkan hasil produksi gula.

Hal itu diungkapkan salah satu pengelola gula aren di Pujananting, Walling kepada TribunBarru.com, Kamis (25/8/2022).

Pihaknya memaparkan bahwa ia dapat memproduksi gula aren dua kali dalam seharinya, yaitu proses memasak mulai pagi hingga siang hari, dan mulai sore hingga malam hari.

“Karena proses pengambilan sadapan tuak aren tersebut dilakukan pada saat pagi hari untuk dimasak pertama, dan untuk proses masakan kedua dilakukan pengambilan penyadapan tuak pada saat sore hari,” ujarnya.

“Untuk produksi pagi hari biasa dapat menghasilkan 8-9 bungkus gula aren, yang mana tiap bungkusnya tersdiri dari dua balok gula aren yang siap dipasarkan,” ungkapnya.

“Sementara untuk produksi di malam harinya hanya dapat menghasilkan 4-5 bungkus gula aren. Sehingga total produksi gula aren setiap harinya mencapai 13-14 bungkus,” bebernya.

Walling mengungkapkan harga gula aren tersebut untuk saat ini yaitu Rp 25 ribu perbungkusnya.
“Gula aren yang telah diproduksi tersebut kita jual setelah jumlahnya banyak, sehingga kita hanya sekali menjual saja,” tandasnya.

Membuat gula aren merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat Pujananting hingga saat ini.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved