Opini Haris Zaky Mubarak MA

Opini Haris Zaky Mubarak: Strategi Ketahanan Pertumbuhan Ekonomi

Di tengah ekonomi dunia yang masih belum kondusif, Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) merilis mengenai kinerja perekonomian.

TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur - Opini Haris Zaky Mubarak: Strategi Ketahanan Pertumbuhan Ekonomi 

Sebagaimana data Bank Indonesia (BI) pertumbuhan ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 19,74 persen YoY.

Hal ini terjadi karena sokongan besar permintaan dagang yang membaik. Selain itu kembalinya aktivitas Industri Pengolahan, Transportasi dan Pergudangan, serta Perdagangan Besar dan Eceran.

Terakhir, Rancangan Anggaran Belanja Negara yang fleksibel turut membantu daya tahan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selama Covid-19, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dirancang agar mudah menyesuaikan dengan gejolak ekonomi global atau sebagai shock absorbersehingga APBN berfungsi sebagai pengelola shock dari luar.

Sedangkan shock absorber bertujuan agar daya beli masyarakat tetap selalu terjaga.
Meski secara peringkat pertumbuhan ekonomi, Indonesia masih kalah dari Malaysia, masih ada potensi yang besar pada pasar valas secara global.

Di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), kinerja mata uang Indonesia yaitu rupiah lebih baik ketimbang ringgit Malaysia dan peso Filipina.

Sejak akhir 2021 (year-to-date/ytd), rupiah masih melemah 3,51 persen di hadapan greenback.

Namun depresiasi ringgit dan peso lebih dalam dari itu. Dalam periode yang sama, nilai ringgit anjlok 6,7 persen.

Sementara peso nyatanya juga turun sebesar 8,63 persen.

Ada sejumlah faktor yang mampu menopang keperkasaan rupiah ditengah tekanan pasar valas global, diantaranya yang paling pokok ialah soal cadangan devisa Indonesia masih tebal.

Pada akhir Juli 2022 cadangan devisa Indonesia sempat turun drastis US$ 4,2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, cadangan devisa itu masih relatif tinggi.

Setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Dibandingkan Malaysia dan Filipina, cadangan devisa Indonesia masih unggul.

Cadangan devisa Malaysia dan Filipina pada Juli 2022 masing-masing ada di US$ 107 miliar dan US$ 98,8 miliar (Kemenkeu RI, 2022).

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved