Opini Haris Zaky Mubarak MA

Opini Haris Zaky Mubarak: Strategi Ketahanan Pertumbuhan Ekonomi

Di tengah ekonomi dunia yang masih belum kondusif, Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) merilis mengenai kinerja perekonomian.

TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur - Opini Haris Zaky Mubarak: Strategi Ketahanan Pertumbuhan Ekonomi 

Setidaknya ini lebih baik, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi jika dibandingkan inflasinya.

Kondisi berbeda banyak dialami oleh negara-negara lain dunia ini. Di beberapa negara dunia bahkan jauh lebih buruk karena mengalami resesi dimana kinerja perekonomian mereka menurun.

Seperti Inggris yang semakin menyusut antara April dan Juni, bahkan diperkirakan prospek suram dengan resesi.

Berdasarkan data Office for National Statistics (ONS) ekonomi Inggris mengalami kontraksi 0,1 persen pada kuartal kedua tahun ini. (ONS, 2022).

Secara rasional, gerak pertumbuhan ekonomi sebuah negara harus selalu ditunjang pertumbuhan aktivitas industri, perdagangan dan ekonomi.

Dalam posisi ini, masyarakat sebuah negara akan mengalami perputaran ekonomi dan mengalami kenaikan penghasilan, walaupun memang struktur pemerataannya berbeda.

Kondisinya akan menjadi parah dan sangat buruk bila ekonomi mengalami resesi.

Situasi ini menciptakan masalah dalam sektor produksi, sehingga mengalami penurunan dari sisi produksi dan penjualan.

Jika industri berhenti, maka secara otomatis masyarakat tidak akan menjalankan kehidupan ekonomi mereka secara layak.

Keseimbangan Rasional

Terjadinya pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,44 persen pada triwulan I tahun 2022 memang menjadi catatan tertinggi di dunia saat banyak negara sedang dalam pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sektor konsumsi rumah tangga yang kontribusinya mencapai 53,65 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan tumbuh 4,34 persen pada kuartal I 2022. (Kemenkeu RI, 2022.

Berikutnya daya ungkit pertumbuhan disumbang Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 27,31 persen, dan ekspor hanya menyumbang 24,68 persen.

Selain konsumsi dan PMTB,pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong pertumbuhan ekspor kuartal kedua.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved