Kasus Kematian Ibu Rumah Tangga di Sinjai Misterius, Polda Sulsel Diminta Ambil Alih

Aksi mahasiswa berdemo di Polda Sulsel dikarenakan Polres Sinjai belum mampu menyelesaikan perkara hingga saat ini.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Sejumlah mahasiswa berunjukrasa di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (24/8/2022) siang, mengenai kasus kematian ibu rumah tangga di Sinjai 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Dugaan pembunuhan terhadap Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Sinjai, Anita (43) Januari 2022 lalu di Kabupaten Sinjai, masih misterius alias belum menemui titik terang.

Kasus yang dianggap berlarut-larut itu, pun memaksa sejumlah mahasiswa berunjukrasa di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (24/8/2022) siang.

Mereka menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat, meminta agar Polda Sulsel turun tangan menangani kasus yang telah dilaporkan ke Polres Sinjai itu.

Andi Jumliadi SH, MH selaku pendamping hukum korban mengatakan, penanganan polisi di Polres Sinjai belum profesional lantaran penanganan kasus itu, dianggap jalan di tempat.

"Kami menduga polisi main-main dalam menangani kasus. Olehnya itu, kami meminta kepada Wassidik Polda Sulsel agar melakukan gelar perkara khusus," ucap Andi Jumliadi saat ditemui seusai berunjukrasa.

Jumliadi pun meminta laporan yang dimasukkan ke Polres Sinjai dapat ditarik ke Polda Sulsel.

Sebab kata Jumliadi, Polres Sinjai belum mampu menyelesaikan perkara tersebut, hingga saat ini.

"Kami sudah laporkan pada 15 Februari dengan nomor laporan polisi : LP-B/34/II/2022/SPKT/Polres Sinjai/Polda Sulsel," ujarnya.

Meski terbilang sudah berjalan hingga lima bulan, Polres Sinjai dianggap belum mampu mengungkap tersangka di balik kematian Anita yang diduga korban penganiayaan.

Pasalnya, terlapor yang diduga adalah tetangga Anita, mulanya mengajak korban ke Makassar dengan alasan menjenguk keluarga yang sakit.

"Dugaan penganiayaan itu berawal saat terduga pelaku mengajak korban dari Sinjai ke Makassar, dengan alasan untuk menjenguk salah satu saudaranya yang ada di Rumah Sakit, " katanya.

Namun, setelah pulang dari Makassar, kata Jumliadi, korban (Anita) sudah dalam kondisi babak belur.

Setelah berselang beberapa hari sekitar tiga hari, lanjut Jumliadi, Anita dinyatakan meninggal dunia.

Sebelum meninggal, korban sempat di bawah ke rumah sakit untuk di visum.

"Pengakuan dari pada korban sebelum meninggal, sempat bercerita ke saudaranya dan sanak keluarganya yang lain, bawah korban mengaku dianiaya dan diikat di atas mobil," ungkap Jumliadi.

Selain itu, lanjut Jumliadi, waktu perjalanan Makassar ke Sinjai, korban sempat diberhentikan di pinggir jalan dengan alasan ingin masuk toilet.

"Itu yang dibahasakan korban sebelum meninggal. Menurut korban waktu didalam WC, dia dipukuli oleh terduga pelaku dan terduga pelaku ini dengan korban berhadapan rumah atau bertetangga di Sinjai," tuturnya.

Terpisah, AKP Syahruddin mengatakan kasus itu masih dalam proses penyelidikan.

"Perkara masih proses Lidik. Masih berproses dan sudah bersurat ke Polda untuk dilakukan gelar perkara khusus," jelasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved