Harapan Pekerja di Makassar untuk Pemilu 2024: Caleg Harus Bisa Mewakili Rakyat

Berikut harapan para pekerja di Kota Makassar untuk Pemilu 2024 mendatang yang meliputi pilpres, DPR RI, provinsi dan kabupaten

Penulis: Rudi Salam | Editor: Waode Nurmin
MUH ABDIWAN/TRIBUN TIMUR
Suasana Job Fair di Mal PiPo Makassar, Rabu (10/8/2022). Sebanyak 6.500 orang dikonfirmasi telah mendaftarkan diri secara online lewat link pendaftaran yang disediakan Disnaker Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bakal dilaksanakan pada 14 Februari 2024.

Pemilu 2024 tersebut menggelar pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI.

Kemudian Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi dan kabupaten/kota.

Sejumlah harapan terkait pelaksanaan dan calon pemimpin pun datang dari berbagai kalangan. Seperti harapan para pekerja atau karyawan di Makassar.

Siti Lestari, salah satu karyawan Digital Creative Agency di Makassar misalnya. Ia menaruh harapan besar terhadap Pemilu 2024.

Lestari berharap masifnya penyebaran informasi mengenai sosok calon yang akan dipilih.

“Karena pengetahuan tentang itu terlalu kurang, apalagi untuk Calon Legislatif (Caleg). Saya pun waktu menjadi pemilih pertama kali karena kurangnya informasi soal caleg yang ada,” kata Lestari, kepada Tribun-Timur.com, Rabu (24/8/2022).

Lestari juga berharap, para Caleg bisa memang mewakili suara rakyat dan memberi bukti nyata saja.

“Tidak usah mengobral janji yang sulit kiranya untuk ditepati. Bisa benar-benar paham apa yang sedang menjadi masalah di masyarakat menengah dan menengah ke bawah,” harapnya.

Lebih dari itu, dirinya juga berharap para Calon Legislatif nantinya lebih ‘membuka mata’ mengenai lapangan kerja.

Lestari mengatakan, saat ini banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan.

Menurutnya, hal itu terjadi karena kurangnya tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan latar belakang masing-masing.

Sehingga banyak yang latar pendidikannya dan pekerjaannya berbanding terbalik.

“Banyak yang penting kerja katanya, tapi itu kan disayangkan saja. Mungkin harapannya keseimbangan tenaga kerja dan lapangan kerja bisa dimaksimalkan supaya tidak terjadi hal seperti itu lagi,” harap Lestari.

Sementara itu, pekerja lainnya, Andi Feninda berharap masyarakat nantinya bisa mengetahui latar belakang calon pemimpin yang dipilihnya.

“Semoga bisa pilih dengan asas pemilu yang baik, research ki calon pemimpinta dulu sebelum memilih. Terus jangan mi netral-netral karena kita jadi penentu buat ke depan,” kata Feninda.

Feninda juga berharap, calon legislator nantinya bisa mengetahui masalah rakyat.

“Calon legistrator yang ideal itu ya sudah pasti yang tau apa masalahnya daerah dan masalahnya rakyat itu seperti apa. Karena harusnya itu jadi patokannya buat memimpin,” tutur Feninda.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved