Dugaan Korupsi

Usai Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Marka Jalan, Rumah Muh Islam di Kelara Kosong

Islam sapaannya ditetapkan tersangka pada tanggal 22 Agustus 2022 kemarin bersama dua orang lainnya, berinisial I dan GK.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Muh. Irham
Tribun Jeneponto/Muh Rakib
Kondisi rumah Muh Islam Iskandar, anggota DPRD Jenepnto yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi marka jalan oleh penyidik Polda Sulsel, Selasa (23/8/2022). Rumah tersebut terlihat sepi setelah Islam ditetapkan sebagai tersangka 

JENEPONTO, TRIBUN-TIMUR.COM - Rumah persinggahan Muh Islam Iskandar (MII) terlihat sepi setelah legislator Demkrat tersebut ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi marka jalan di Polda Sulsel.

Islam sapaannya ditetapkan tersangka pada tanggal 22 Agustus 2022 kemarin bersama dua orang lainnya, berinisial I dan GK.

Rumah persinggahan Islam berada di Jalan Kelara, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto tepatnya di depan kantor Camat Kelara.

Pantauan TribunTimur.com di rumah persinggahan Islam terlihat sepi.

Bahkan halaman rumahnya dipenuhi sampah daun yang berjatuhan dari pohonnya.

Tak ada satu orangpun penghuni rumah yang berada di rumah yang sering disinggahi Islam di Kelara.

Melainkan hanya sejumlah anak kecil yang bermain sepeda di halaman rumah Islam.

Sejumlah warga setempat tidak mengetahui pasti rumah pribadi Islam di Jeneponto.

Namun ada juga yang memberikan bocoran bahwa rumah pribadi Islam ada di Kota Makasar.

"Tidak tau kalau rumah pribadinya ia, karena rumah singgahnyaji kalau adai di Jeneponto. Tapi kayaknya di rumahnya itu di Hertasning lama, Makasar," ujar warga yang tak ingin disebutkan namanya, Selasa, (23/8/2022).

Sementara warga lainnya yang bernama Lalo mengatakan, bahwa rumah tersebut merupakan rumah orangtua yang sering disinggahi Islam dan keluarganya.

Jika Islam tidak datang ke rumah maka rumah tersebut kosong.

Warga setempat juga merasa kaget saat mendengar Islam tersangka kasus dugaan korupsi marka jalan.

Padahal Islam dikenal baik dan ramah oleh masyarakat Kelara serta terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

"Kita di sini pak Islam itu baik, biar anu kita tidak percaya karena dia orangnya memang terbuka jadi kita tau orangnya," tutupnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved